HealthcareUpdate News

8 Juta Anak Indonesia Terpapar Timbal Melebihi Batas WHO

Sekitar 8 juta anak di Indonesia memiliki kadar timbal dalam darah melebihi batas aman WHO, menimbulkan kekhawatiran serius atas dampak jangka panjang terhadap kesehatan generasi muda.

Data dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) menunjukkan bahwa sekitar 8 juta anak di Indonesia memiliki kadar timbal dalam darah lebih dari 5 mikrogram per desiliter, melampaui ambang batas yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menurut dr. Dewi Yunia Fitriani, peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), paparan timbal pada anak-anak sangat berbahaya karena bisa diserap hingga dua sampai tiga kali lebih banyak dibanding orang dewasa. Ia juga menjelaskan bahwa timbal merupakan zat neurotoksin yang dapat mengganggu fungsi sel darah merah, menimbulkan anemia, dan memperlambat tumbuh kembang anak.

Sumber utama paparan timbal di Indonesia antara lain berasal dari daur ulang aki (baterai) bekas yang mengandung timbal, cat berpigmen timbal, dan lingkungan yang tercemar debu logam. Aktivitas rumah tangga, seperti pemakaian alat masak berbahan logam bekas, juga turut menyumbang paparan bagi anak-anak.

Dampak kesehatan dari kadar timbal yang tinggi sangat luas dan serius. Wahyu Pudji Nugraheni, Kepala Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menyebut bahwa paparan timbal bisa menyebabkan penurunan IQ, keterlambatan perkembangan, gangguan perilaku, hingga kerusakan ginjal dan risiko kardiovaskular di kemudian hari. Selain itu, beban penyakit akibat paparan timbal telah meningkat secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir, menurut analisis Global Burden of Disease.

Pencegahan dinilai menjadi langkah krusial. Kementerian Kesehatan RI telah memulai program Surveilans Kadar Timbal Darah (SKTD) dengan dukungan BRIN dan organisasi internasional untuk memetakan paparan timbal pada anak dan sumber-sumber pencemaran.UNESCO dan UNICEF juga merekomendasikan pengendalian ketat terhadap daur ulang aki bekas dan regulasi penggunaan cat berpigmen timbal.

Read More  Program Waste-to-Energy Dinilai Solusi Sampah Nasional, Partisipasi Publik Jadi Kunci

Menurut dr. Anas Ma’ruf, Direktur Penyehatan Lingkungan Kemenkes, strategi pencegahan mencakup perbaikan kebijakan lingkungan, penguatan sistem kesehatan, serta edukasi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi paparan timbal di rumah dan lingkungan sekitar.

Paparan timbal pada anak-anak Indonesia bukanlah isu kecil. Meski tidak selalu terlihat secara langsung, dampaknya sangat mungkin menggerus kualitas kesehatan dan potensi generasi mendatang — oleh karena itu, upaya pencegahan dan kontrol paparan timbal harus menjadi prioritas bagi pemerintahan, komunitas, dan orang tua.

Back to top button