HealthcareUpdate News

Makin Banyak Usia Muda Terkena Stroke, Kemenkes Ungkap Penyebab Utamanya

Kementerian Kesehatan mengungkapkan tren mengkhawatirkan: kasus stroke di Indonesia kini banyak dialami masyarakat berusia di bawah usia 40 tahun

Kasus stroke kini tak lagi identik dengan usia lanjut. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat, semakin banyak warga Indonesia berusia di bawah 40 tahun mengalami serangan stroke. Kondisi ini sebagian besar dipicu oleh tekanan darah tinggi atau hipertensi yang tidak terkontrol.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, dr. Eva Susanti, menjelaskan bahwa gaya hidup menjadi faktor utama di balik meningkatnya kasus stroke pada kelompok usia produktif.

“Banyak orang muda mengabaikan tekanan darahnya. Padahal hipertensi yang tidak disadari atau tidak diobati bisa memicu stroke di usia berapa pun,” ujar dr. Eva.

Kemenkes mencatat, sekitar 31 persen penderita stroke di Indonesia kini berasal dari kelompok usia di bawah 40 tahun. Sebagian besar pasien memiliki riwayat hipertensi, obesitas, kurang aktivitas fisik, dan kebiasaan konsumsi makanan tinggi garam serta lemak jenuh.

Menurut dr. Eva, kesalahan yang paling sering dilakukan masyarakat adalah menganggap pusing atau kesemutan sesaat bukan gejala serius. “Begitu gejala muncul, sering kali pasien menunda pemeriksaan karena merasa masih muda dan kuat,” katanya.

Selain itu, pola tidur tidak teratur dan stres berat akibat tekanan kerja juga disebut memperburuk risiko stroke di usia muda.

Kemenkes mendorong masyarakat untuk rutin memeriksa tekanan darah minimal sebulan sekali. Pemeriksaan sederhana ini bisa dilakukan di posbindu, puskesmas, atau fasilitas kesehatan terdekat.

“Jika tekanan darah di atas 140/90 mmHg secara konsisten, segera konsultasikan ke dokter. Pengendalian tekanan darah adalah langkah paling efektif mencegah stroke,” ujar dr. Eva menegaskan.

Read More  Mengapa Jendela Pesawat Harus Dibuka Saat Take Off dan Landing, Ini Penjelasan Pakar

Selain pemeriksaan rutin, perubahan gaya hidup juga menjadi kunci. Kemenkes menyarankan masyarakat untuk mengurangi konsumsi garam, berhenti merokok, membatasi kafein dan alkohol, serta berolahraga 30 menit setiap hari.

Stroke kini menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia. Namun, 80 persen kasus sebenarnya bisa dicegah melalui deteksi dini dan pengendalian faktor risiko.

Back to top button