FintalkUpdate News

PPATK Ungkap, Pemain Judi Online Bergaji di Bawah Rp5 Juta Turun Signifikan 68 Persen

epala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana menyatakan jumlah pemain judi online di Indonesia yang bergaji di bawah Rp5 juta per bulan turun hingga 68,32 %

Data terbaru dari PPATK mencatat bahwa pemain judi online (judol) di kelompok berpenghasilan kurang dari Rp5 juta per bulan mengalami penurunan drastis, dari 6,92 juta orang di tahun 2024 menjadi 2,21 juta orang pada semester I 2025. detiknews+2kumparan+2 Total pemain judol secara keseluruhan pun turun dari 9,7 juta menjadi 3,1 juta atau minus 68,32 %.

Tidak hanya jumlah pemain yang tergerus, nilai transaksi judi daring juga anjlok. Hingga kuartal III 2025, total perputaran dana tercatat sebesar Rp155,4 triliun, jauh di bawah angka Rp359,8 triliun pada tahun sebelumnya—menunjukkan penurunan sekitar 57 %. pantau.com+1 Selain itu, nilai deposit masyarakat ke situs judi online menurun menjadi sekitar Rp24,9 triliun dari sebelumnya Rp51,3 triliun.

Menurut Ivan, pencapaian ini merupakan hasil sinergi antarlembaga, terutama antara PPATK dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi) yang aktif memblokir akses situs judi dan membekukan rekening terkait aktivitas ilegal. “Tanpa intervensi pemerintah, transaksi judi online bisa menyentuh angka lebih dari Rp1.000 triliun,” ujarnya. Katadata+1 Pakar kriminologi dan kebijakan digital menganggap penurunan ini sebagai sinyal positif namun tetap memperingatkan agar kontrol tidak longgar karena potensi perpindahan aktivitas ke platform yang lebih tersembunyi.

Read More  Hakteknas ke-30: Memperkuat Daya Saing Indonesia melalui Inovasi dan Revolusi AI
Back to top button