Golongan Darah A dan B Punya Risiko Lebih Tinggi untuk Penyakit Jantung
Penelitian global menunjukkan bahwa pemilik golongan darah A dan B memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dan pembekuan darah dibanding golongan darah O.
Kaum dengan golongan darah A atau B dan AB ternyata menunjukkan angka yang lebih tinggi dalam kejadian penyakit jantung koroner, gagal jantung, maupun trombosis vena dibanding golongan darah O. Misalnya, studi oleh American Heart Association menunjukkan bahwa dibanding golongan O, golongan darah A atau B memiliki risiko lebih besar terkena serangan jantung sebesar 5â15 persen dan trombosis hingga 51 % lebih tinggi.
Mengapa bisa begitu? Salah satu mekanisme yang ditemukan adalah bahwa pemilik golongan darah A/B memiliki kadar faktor VIII dan von Willebrand yang lebih tinggiâprotein yang ikut dalam pembekuan darahâsehingga potensi trombosis meningkat. Selain itu, faktor genetik yang melekat pada sistem golongan darah ABO ikut memengaruhi profil lipid darah, inflamasi, dan risiko penyakit kardiovaskular.
Tapi hal penting yang perlu digarisbawahi: memiliki golongan darah A atau B bukan berarti pasti akan sakit jantung atau trombosisâmelainkan artinya kelompok ini perlu lebih waspada dan proaktif dalam gaya hidup sehat. Langkah sederhana seperti menjaga berat badan normal, rutin berolahraga, menghindari rokok, dan memeriksakan kesehatan secara berkala dapat secara signifikan menekan risiko.
Puluhan ahli mengingatkan bahwa meskipun golongan darah O cenderung memiliki risiko lebih rendah, semua golongan darah sebaiknya menerapkan pola hidup sehat. Dengan memahami bahwa golongan darah bisa menjadi salah satu faktor risiko, masyarakat dapat mengambil langkah preventif lebih awal.





