HealthcareUpdate News

Kaki Bengkak di Kalangan Pekerja Kantoran: Bukan Sekadar Duduk Terlalu Lama

Kaki yang tiba-tiba membengkak di akhir hari kerja bisa menjadi tanda bahwa tubuh kekurangan cairan dan mineral, terutama bagi pekerja kantoran yang duduk terlalu lama.

Kondisi kaki bengkak ternyata tidak hanya dialami oleh pekerja lapangan, tetapi juga umum terjadi pada pekerja kantoran yang menghabiskan waktu berjam-jam duduk di depan layar komputer. Lembaga dan pakar kesehatan mengingatkan bahwa keluhan ini bisa menjadi sinyal adanya gangguan sirkulasi darah serta kekurangan asupan cairan dan mineral penting.

Menurut dr. Fani Syafani, dokter spesialis kedokteran okupasi dari Universitas Indonesia, kaki bengkak bisa disebabkan oleh aliran darah balik dari kaki ke jantung yang tidak lancar akibat terlalu lama duduk. “Saat seseorang duduk terlalu lama, otot betis jarang berkontraksi sehingga sirkulasi darah dari kaki ke jantung melambat. Cairan akhirnya menumpuk di jaringan kaki dan pergelangan, menyebabkan pembengkakan,” ujar dr.Fani.

Ia menambahkan bahwa kekurangan cairan dan mineral juga berperan besar dalam memicu kondisi ini. “Banyak orang mengira kaki bengkak karena terlalu banyak cairan, padahal justru bisa karena tubuh kekurangan cairan dan elektrolit. Ketika mineral seperti natrium, kalium, dan magnesium tidak seimbang, cairan tubuh jadi sulit didistribusikan secara normal,” jelasnya.

Selain karena dehidrasi, kondisi ruangan ber-AC yang membuat tubuh kehilangan cairan tanpa disadari juga turut memperparah risiko. Pekerja yang jarang bergerak dan tidak cukup minum air mineral selama bekerja lebih mudah mengalami penumpukan cairan di tungkai bawah.

Untuk mencegah kaki bengkak, dr. Fani menyarankan pekerja kantoran menjaga hidrasi tubuh dengan minum air mineral yang cukup dan mengandung elektrolit alami. “Idealnya minum air sekitar dua liter per hari, dan pastikan sumber airnya mengandung mineral alami. Ini penting untuk menjaga keseimbangan cairan dan mencegah edema,” ujarnya.

Read More  KLB Campak Guncang Sumenep, Daerah Lain Harus Waspada

Selain mencukupi cairan, Fani juga menyarankan agar pekerja mengubah kebiasaan duduk terus-menerus. Setiap satu hingga dua jam, sebaiknya berdiri atau berjalan ringan selama lima menit untuk membantu sirkulasi darah. Posisi duduk juga sebaiknya tidak menggantung agar tekanan pada pembuluh darah di kaki bisa berkurang.

Jika pembengkakan terus berulang, terutama disertai nyeri, sesak napas, atau terjadi pada kedua kaki sekaligus, Fani mengingatkan agar segera berkonsultasi dengan dokter karena bisa menjadi tanda gangguan kesehatan yang lebih serius seperti penyakit jantung, ginjal, atau hati.

Kebiasaan sederhana seperti cukup minum, bergerak ringan, dan menjaga asupan mineral seimbang dapat membantu pekerja kantoran tetap produktif tanpa gangguan kesehatan kaki. Di tengah gaya kerja modern yang serba duduk, perhatian kecil terhadap hidrasi tubuh menjadi langkah penting untuk mencegah masalah besar di kemudian hari.

Back to top button