HealthcareUpdate News

Transplantasi Ginjal, Satu-satunya Cara untuk Lepas dari Cuci Darah? Begini Penjelasannya

Kisah seorang pria asal Cirebon yang sembuh dari gagal ginjal stadium 5 usai menjalani transplantasi viral di media sosial. Jadi perhatian netizen. Dalam unggahannya di media sosial, pria ituFhares Audhenari Mutaqin (28) menceritakan perjuangannya menjalani cuci darah selama bertahun-tahun sebelum akhirnya menerima donor ginjal dan bisa kembali hidup normal.

Cerita ini membuat banyak orang penasaran: apakah transplantasi ginjal benar-benar satu-satunya jalan keluar bagi pasien gagal ginjal agar tak perlu lagi cuci darah?

Menurut dr. Ahmad Yani, dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), transplantasi memang merupakan satu-satunya terapi yang dapat mengembalikan fungsi ginjal secara permanen.
“Kalau ginjal sudah rusak total, maka hanya transplantasi yang bisa menggantikan fungsi aslinya. Cuci darah atau dialisis hanya menggantikan sebagian fungsi dan harus dilakukan terus-menerus,” ujarnya kepada media.

dr. Aida Lydia, , Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri), menambahkan bahwa transplantasi memberi pasien harapan hidup yang lebih panjang dan produktif. “Pasien yang berhasil menjalani transplantasi tidak perlu lagi cuci darah, bisa kembali bekerja, dan kualitas hidupnya jauh lebih baik,” jelasnya.

Namun, dr. Aida menegaskan bahwa tidak semua pasien bisa langsung menjalani transplantasi. “Harus ada donor yang cocok, dan pasien juga harus sehat secara umum agar bisa menjalani operasi besar ini,” ujarnya.

Prosedur transplantasi membutuhkan evaluasi menyeluruh, mulai dari kecocokan jaringan, pemeriksaan infeksi, hingga kesiapan psikologis pasien. Selain itu, pasien harus mengonsumsi obat imunosupresan seumur hidup agar ginjal donor tidak ditolak tubuh.

Read More  Waspada Obat Kedaluwarsa: Bisa Fatal, Kasus Anak 15 Tahun di Banyumas Jadi Peringatan

Bagi pasien yang belum bisa menjalani transplantasi, dokter menyarankan untuk menjaga pola makan, rutin kontrol, dan mengatur tekanan darah serta gula darah agar kondisi ginjal tidak semakin memburuk. Deteksi dini dan perawatan rutin dapat memperpanjang fungsi ginjal sebelum mencapai tahap gagal total.

Kasus viral di Cirebon menjadi bukti bahwa transplantasi ginjal memang membuka harapan besar bagi pasien gagal ginjal. Namun, pencegahan tetap kunci utama. Gaya hidup sehat, menjaga berat badan, serta menghindari konsumsi obat tanpa resep dapat membantu masyarakat terhindar dari risiko gagal ginjal di masa depan.

Back to top button