FintalkUpdate News

LRT Jakarta Tetap Disubsidi, Tarif Asli 32 Kali Lipat Lebih Mahal

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menegaskan pentingnya subsidi tarif LRT Jakarta karena biaya operasional sistem ini jauh lebih tinggi dibandingkan tarif yang dibayar penumpang.

LRT Jakarta kembali menjadi sorotan setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkap bahwa tarif asli layanan ini sebenarnya 32 kali lipat lebih mahal dibandingkan tarif yang dibayar masyarakat. Tanpa subsidi, harga tiket LRT Jakarta seharusnya berada di kisaran Rp 160.000 per perjalanan, namun tarif untuk publik tetap dipertahankan sebesar Rp 5.000 agar layanan ini tetap terjangkau.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan bahwa biaya operasional LRT Jakarta memang tinggi karena menggunakan sistem kereta berbasis veloduct dengan kebutuhan pemeliharaan khusus. Faktor inilah yang membuat pemerintah memilih mempertahankan skema subsidi demi mendorong mobilitas warga.

“Jika disesuaikan dengan struktur biaya operasional, tarifnya bisa mencapai 32 kali lipat dari tarif yang ada sekarang. Karena itu subsidi tetap diberikan agar layanan ini dapat digunakan masyarakat secara luas,” ujar Syafrin.

LRT Jakarta sendiri menunjukkan kinerja positif dari sisi jumlah penumpang. Berdasarkan data resmi PT LRT Jakarta, sejak beroperasi pada 2019 hingga 2024, layanan ini telah mengangkut sekitar 13,9 juta penumpang. Angka tersebut diperkirakan terus bertambah seiring peningkatan kebutuhan transportasi publik ramah lingkungan di Ibu Kota.

Syafrin menambahkan bahwa subsidi untuk transportasi publik, termasuk LRT, bus Transjakarta, dan MRT, merupakan bagian dari kebijakan Pemprov DKI untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sekaligus menekan kemacetan. “Transportasi publik yang murah dan nyaman adalah kunci untuk mengalihkan masyarakat dari kendaraan pribadi,” katanya.

Read More  80% Anak Indonesia Kehilangan Figur Ayah: Dampaknya pada Tumbuh Kembang Anak dan Solusi yang Dibutuhkan

Pemerintah juga tengah mengkaji efisiensi operasional agar beban subsidi dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas layanan. Namun hingga kini, belum ada rencana perubahan tarif bagi penumpang.

Back to top button