Samsung Siapkan Investasi Raksasa untuk AI, Perusahaan Teknologi Lain Ikut Tancap Gas di 2026
Samsung Group mengumumkan rencana investasi sebesar 450 triliun won (sekitar Rp 4,6 kuadriliun) selama lima tahun ke depan, dengan sebagian besar dialokasikan untuk ekspansi kecerdasan buatan (AI)
Samsung Group, raksasa teknologi asal Korea Selatan, telah mengumumkan komitmen investasi besar senilai 450 triliun won (sekitar Rp 4,6 kuadriliun) dalam jangka waktu lima tahun berikutnya. Berdasarkan rencana tersebut, sebagian besar dana akan dialokasikan untuk memperkuat lini semikonduktor dan mempercepat ekspansi dalam ranah AI, termasuk riset dan pengembangan chip generasi baru yang dioptimalkan untuk beban kerja AI. (Sumber awal rencana ini sebelumnya dilaporkan oleh beberapa media keuangan dan teknologi)
Samsung tampak semakin siap menghadapi persaingan global di era kecerdasan buatan. Dalam upaya itu, kolaborasinya dengan pemain lain juga semakin intens. Salah satu contohnya, menurut laporan dari ANTARA News, adalah penguatan kerja sama antara Samsung dan Nvidia, yang akan mengerahkan GPU Nvidia dalam pembangunan pabrik AI dan pusat data pintar di Korea Selatan.
Tapi Samsung bukan satu-satunya yang menyiapkan dana besar untuk AI. Konglomerat SK Group, induk dari SK Hynix, juga telah menyatakan bakal menanamkan modal besar dalam teknologi AI dan semikonduktor. SK Hynix berencana menginvestasikan sekitar US$ 74,6 miliar hingga tahun 2026 untuk mendukung pengembangan chip memori khusus AI.
Tidak hanya itu, raksasa teknologi global juga tak mau ketinggalan. Microsoft misalnya, dikabarkan mengalokasikan triliunan rupiah untuk pembangunan data center AI dalam beberapa tahun ke depan.
Langkah besar ini menunjukkan trend bahwa investasi AI tidak lagi sekadar proyek riset—melainkan bagian inti dari strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan-perusahaan teknologi besar. Dengan dana semacam itu, Samsung dan para pesaingnya menegaskan tekad untuk menguasai masa depan teknologi melalui AI.





