Curah Hujan Tinggi Picu Banjir, Banyak Motor Mogok di Jalan: Begini Cara Mengatasinya
Hujan lebat yang mengguyur berbagai daerah dalam beberapa hari terakhir memicu banjir, membuat banyak pengendara motor panik karena kendaraannya tiba-tiba mogok di tengah genangan.
Curah hujan yang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia sejak awal pekan menyebabkan banjir di jalan-jalan utama dan pemukiman. Kondisi ini tak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga membuat banyak pengendara motor mengalami mogok mendadak saat menerjang genangan air. Situasi tersebut kerap menimbulkan kepanikan, terutama bagi mereka yang tidak memahami apa yang harus dilakukan ketika motor terendam.
Instruktur Safety Riding dari Astra Honda Motor (AHM) Safety Riding Center, Ahmad Muhibbuddin, menjelaskan bahwa motor yang mogok saat banjir umumnya disebabkan oleh air yang masuk ke sistem pengapian atau ruang pembakaran mesin, sehingga mesin kehilangan tenaga dan mati.
âBegitu motor mati karena banjir, langkah paling penting adalah jangan memaksa menyalakan mesin. Itu justru bisa membuat kerusakan lebih parah,â ujar Asep.
1. Matikan Kontak dan Pindahkan Motor ke Tempat Lebih Tinggi
Saat motor mulai tersendat atau mati di tengah banjir, segera matikan kunci kontak untuk mencegah korsleting. Dorong motor ke area yang lebih kering atau setidaknya lebih tinggi sebelum melakukan pengecekan.
2. Keringkan Busi dan Periksa Air yang Masuk ke Ruang Bakar
Asep menyarankan pengendara untuk membuka busi terlebih dahulu. âBusi yang basah akan membuat motor tidak bisa hidup. Keringkan, lalu coba starter motor tanpa busi agar air yang tertinggal bisa keluar,â jelasnya.
3. Cek Filter Udara
Filter udara yang basah adalah penyebab umum motor mogok saat menerjang banjir. Pengendara perlu membuka boks filter dan memastikan elemen filternya kering. Jika terlalu basah atau kotor, sebaiknya diganti.
4. Jangan Lupa Cek Oli Mesin
Jika motor terendam lebih dalam, air bisa masuk ke dalam oli. Tandanya adalah warna oli berubah menjadi coklat susu. âKalau oli berubah warna, jangan hidupkan motor. Harus segera ganti oli di bengkel,â kata Asep.
5. Motor Injeksi Perlu Pemeriksaan Soket Elektrik
Pada motor injeksi, air sering masuk ke soket atau konektor sensor. Pastikan bagian-bagian ini kering sebelum mencoba menghidupkan mesin kembali. Bila lampu indikator injeksi menyala, motor perlu pemeriksaan teknisi profesional.
6. Kapan Motor Harus Dibawa ke Bengkel?
Jika motor tetap tidak mau menyala setelah busi dan filter dikeringkan, atau jika motor terendam hingga setengah bodi, pengendara disarankan untuk segera membawa motor ke bengkel terdekat. âDaripada kerusakan merembet ke komponen lain, lebih baik diperiksa mekanik,â ujar Asep.
Dengan memahami langkah-langkah ini, pengendara dapat mengurangi risiko kerusakan mesin saat menghadapi hujan ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung beberapa hari ke depan.





