Safe and SecureUpdate News

Operasi Zebra 2025, Fokus Tindak Pelanggaran Anak di Bawah Umur dan Balap Liar

Polisi resmi menggelar Operasi Zebra 2025 mulai 17 hingga 30 November, dengan fokus utama menindak pengendara di bawah umur dan aksi balap liar yang marak.

Operasi Zebra 2025 berlangsung secara serentak di seluruh Indonesia dari 17 hingga 30 November, dengan sasaran delapan jenis pelanggaran prioritas, termasuk pengendara di bawah umur dan balap liar. Kampanye ini digelar menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) dan menekankan pendekatan kombinasi antara edukasi dan penindakan keras.

Kombes Pol Komarudin, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, menyampaikan bahwa balap liar menjadi salah satu target utama selama operasi. “Pelanggaran seperti balap liar dan pengendara roda dua di bawah umur tidak bisa kita toleransi,” ujarnya saat apel pasukan.

Di hari pertama pelaksanaan, Polri mencatat sebanyak 17.169 pelanggaran tercatat di seluruh negeri. Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menyebut sebagian besar pelanggaran berasal dari pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm dan melawan arus. “Sistem E-TLE mencatat 6.753 pelanggaran melalui kamera statis, sementara E-TLE mobile menghasilkan 4.937 bukti pelanggaran,” kata Irjen Agus.

Dari Polres Bangka Barat, Kapolres AKBP Pradana Aditya Nugraha menjelaskan bahwa ada lima fokus utama selama operasi: balap liar, anak di bawah umur mengemudi, kendaraan tidak laik jalan, titik rawan kecelakaan, dan pelanggaran fatal. “Balap liar tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam keselamatan banyak orang,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa edukasi ke sekolah dan orang tua jadi bagian dari strategi penanganan. “Untuk anak-anak usia dini belum siap secara mental maupun kemampuan berkendara. Karena itu, kami lakukan edukasi ke sekolah dan kepada para orang tua agar tidak memberikan kendaraan kepada anak di bawah umur,” tutur Kapolres.

Read More  Korlantas Polri Gelar Operasi Zebra 2025 Mulai 17 November, Fokus Disiplin dan Keselamatan di Jalan

Sementara itu, di Ponorogo, Kasatlantas Polres Ponorogo AKP Dewo Wishnu Setya Kusuma menegaskan patroli akan diperketat di titik rawan. Menurut Dewo, mayoritas pelaku balap liar adalah pelajar: “Banyak yang masih di bawah umur mengendarai motor … nanti akan kami imbau dan lakukan operasi di jalan untuk memastikan umur yang diperbolehkan berkendara.”

Para orang tua diimbau untuk lebih aktif mengawasi anak-anak remaja mereka, terutama terhadap niat melakukan aksi cepat ala balap liar. Polri juga menyerukan agar masyarakat dan lembaga pendidikan turut menyadarkan generasi muda akan pentingnya keselamatan lalu lintas. Banyak harapan bahwa Operasi Zebra tahun ini tidak hanya menekan pelanggaran, tetapi membangun budaya berkendara tertib dan bertanggung jawab.

Back to top button