Kebiasaan Mudah yang Bisa Menurunkan Tagihan Listrik, Bisa Hemat Sampai 20%
Kebiasaan sederhana seperti mematikan perangkat yang tidak terpakai, mengoptimalkan cahaya alami, hingga mencabut charger dari stop kontak dapat membantu menurunkan tagihan listrik rumah tangga secara signifikan.
Tagihan listrik bulanan bisa jauh lebih ringan jika kita menerapkan kebiasaan sederhana di rumah. Menurut para ahli dan sejumlah laporan, ada beberapa perilaku sehari-hari yang ternyata berdampak signifikan pada konsumsi listrik.
Salah satu kebiasaan paling efektif adalah mematikan perangkat elektronik sepenuhnya saat tidak digunakan, bukan hanya memasukkannya ke mode standby. Mode standby tetap menyerap daya, dan menghentikannya sepenuhnya bisa menurunkan konsumsi listrik rumah hingga sekitar 5â10 persen. Selain itu, penggunaan lampu LED hemat energi menggantikan lampu bohlam biasa juga bisa memberikan pengurangan tagihan: lampu LED yang efisien dapat mengurangi penggunaan listrik sebesar sekitar 8â15 persen, tergantung pada jumlah dan durasi pemakaiannya.
Kebiasaan lain yang berguna adalah mengatur penggunaan alat rumah tangga berdaya tinggi seperti AC dan mesin cuci. Misalnya, menurunkan suhu AC satu atau dua derajat serta menggunakan âmode ecoâ saat mencuci bisa menurunkan penggunaan listrik secara signifikan. Kombinasi langkah-langkah ini bisa menekan tagihan listrik rumah tangga hingga 10â12 persen.
Menggunakan timer atau smart plug untuk mematikan alat listrik secara otomatis saat tidak dibutuhkan juga sangat disarankan. Dengan cara ini, barang-barang seperti pemanas air, charger, atau pemanas ruangan tidak menyala terus-menerus, mengurangi penggunaan listrik yang tidak perlu. Pengaturan otomatis seperti ini bisa menghemat sekitar 2â5 persen dari total tagihan listrik.
Selain itu, menjaga pemeliharaan alat listrik penting agar tetap efisien. Membersihkan filter AC, menyedot debu pada kulkas secara rutin, dan menjaga kabel agar tetap aman akan membuat peralatan listrik lebih hemat energi. Peralatan yang terawat dapat mengonsumsi hingga 5 persen lebih rendah, karena tidak bekerja ekstra keras untuk menjaga suhu atau melakukan fungsinya.
Terakhir, memaksimalkan cahaya siang dengan membuka jendela di pagi dan siang hari agar lampu tidak selalu dinyalakan bisa memberikan pengurangan tagihan listrik yang cukup berarti. Menurut pakar, pemanfaatan pencahayaan alami bisa menurunkan tagihan listrik untuk penerangan rumah sebesar sekitar 3â7 persen.
Secara total, jika semua kebiasaan tersebut diterapkan secara konsisten dan terintegrasi, pemilik rumah berpotensi menurunkan tagihan listrik mereka hingga sekitar 20 persen per bulan. Ini bukan angka nol-nol kecil: untuk rumah tangga dengan tagihan bulanan cukup tinggi, penghematan ini bisa berarti penghematan ratusan ribu rupiah per bulan.





