Diprediksi, PC Akan Menghilang Sekitar Tahun 2048
sejumlah analis teknologi menyebut komputer pribadi (PC) akan “menghilang” pada tahun 2048 seiring bergesernya komputasi global menuju perangkat portabel, cloud, dan teknologi futuristik lainnya
eberapa pakar teknologi memprediksi bahwa personal komputer (PC) akan secara bertahap “menghilang” dan digantikan oleh bentuk komputasi yang lebih futuristik pada sekitar tahun 2048.
Prediksi ini muncul dari perdebatan tren komputasi masa depan, di mana perangkat seperti smartphone, cloud, dan komputasi sirkuit kuantum diperkirakan semakin dominan. Dengan meningkatnya performa cloud computing dan layanan berbasis web, kebutuhan akan PC konvensional (desktop atau laptop) dianggap akan menurun drastis dalam beberapa dekade ke depan.
Salah satu analisis menyebut bahwa generasi berikutnya dari komputasi akan lebih bergantung pada perangkat portabel dan server awan. Ketika semua proses komputasi utama berpindah ke cloud dan edge computing, pengguna hanya membutuhkan antarmuka ringan untuk mengakses aplikasi dan data. Dengan demikian, mesin PC tradisional bisa menjadi perangkat “legacy” yang dipakai oleh segmen tertentu saja.
Tidak hanya itu, teknologi seperti komputasi kuantum dan chip berbasis materi baru (misalnya graphene) disebut akan mempercepat transisi ini. Menurut observasi dari beberapa peneliti teknis, batas skala silikon—bahan utama chip saat ini—akan semakin menyulitkan peningkatan performa di arsitektur PC tradisional. Sebagai gantinya, arsitektur baru dan mesin “cloud-native” dianggap sebagai evolusi yang wajar. Kompasiana+1
Selain teknologi, faktor lingkungan juga bisa mendorong pengurangan penggunaan PC. Sebuah konsep yang dikenal sebagai “frugal computing” mengusulkan penggunaan perangkat komputasi hemat karbon dan rendah limbah. Dalam jangka panjang, ini bisa membuat komponen PC tradisional menjadi semakin tidak relevan — terutama jika konsumsi energi menjadi isu global yang semakin mendesak. arXiv
Meskipun skenario ini terlihat futuristik, beberapa pihak menilai bahwa hilangnya PC tidak berarti hilangnya semua jenis komputer. Sebaliknya, “komputer” akan berevolusi ke bentuk yang lebih fleksibel: entah berupa perangkat wearable, augmented reality, ataupun antarmuka komputasi yang benar-benar berbasis cloud dan kuantum. Ide ini sejalan dengan prediksi teknolog bahwa generasi komputer masa depan akan jauh lebih ringan, terhubung, dan efisien dibanding PC tradisional. Medium
Namun, prediksi seperti “PC hilang di 2048” bukan tanpa risiko dan tantangan. Infrastruktur cloud yang memadai, latensi, privasi data, dan akses internet stabil adalah prasyarat besar agar skenario ini benar-benar terwujud. Jika tidak, PC tradisional mungkin tetap relevan sebagai alat komputasi lokal untuk jangka panjang.
Bagi produsen teknologi dan pengembang, prediksi ini memberi ruang strategis besar untuk inovasi. Mereka didorong untuk berinvestasi ke komputasi awan, chip masa depan, serta solusi antarmuka baru. Sementara bagi pengguna, ini bisa berarti perubahan besar dalam cara menggunakan “komputer”: dari perangkat fisik yang dimiliki menjadi layanan komputasi yang diakses dari mana saja.
Secara keseluruhan, prediksi hilangnya PC sekitar tahun 2048 bisa jadi bukan skenario distopia, melainkan peta jalan menuju era komputasi baru — di mana PC seperti yang kita kenal kini mungkin tinggal kenangan, digantikan oleh solusi lebih ringan, lebih pintar, dan lebih terhubung.





