Safe and SecureUpdate News

Tragedi Kebakaran Wang Fuk Court Jadi Alarm bagi Indonesia untuk Perketat Keamanan Hunian Bertingkat

Kebakaran besar yang melanda Wang Fuk Court di Hong Kong kembali mengingatkan pentingnya standar keselamatan ketat pada hunian vertikal yang kini semakin mendominasi kota-kota besar di Indonesia.

Kebakaran hebat yang melalap kompleks perumahan publik Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, Rabu (26/11/2025), menjadi peringatan keras mengenai rapuhnya sistem keselamatan pada hunian bertingkat yang dihuni ribuan jiwa.

Peristiwa tersebut menyulut keprihatinan banyak pihak di Asia, termasuk Indonesia yang kini semakin bergantung pada pembangunan hunian vertikal untuk menampung populasi perkotaan. Kondisi gedung yang penuh sesak, minim jalur evakuasi, dan tingginya beban hunian menjadi kombinasi berbahaya yang sewaktu-waktu dapat memicu tragedi serupa. Para ahli menilai bahwa negara-negara dengan pertumbuhan gedung tinggi yang cepat menghadapi tantangan yang sama, terutama ketika pengawasan keselamatan tidak sejalan dengan laju pembangunan.

Indonesia sendiri tengah menghadapi tekanan urbanisasi yang pesat, memaksa transformasi perumahan dari landed ke hunian vertikal, terutama di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Makassar, hingga Medan. Banyak dari gedung tersebut dibangun lebih dari dua dekade lalu, menggunakan standar lama yang kini dianggap tidak lagi memadai untuk risiko kebakaran modern. Tantangan tersebut semakin besar ketika manajemen gedung tidak melakukan perawatan sistem proteksi kebakaran secara rutin.

Menurut Dr. Bambang Soeryanto, pakar keselamatan kebakaran dan peneliti dari Universitas Indonesia, kasus di Hong Kong harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah, pengembang, dan pengelola gedung. Ia menegaskan bahwa banyak gedung apartemen dan rusun di Indonesia masih memiliki keterbatasan pada jalur evakuasi, detektor asap yang tidak terawat, serta minimnya sistem sprinkler otomatis. “Indonesia perlu melakukan audit menyeluruh terhadap gedung bertingkat, terutama yang dihuni masyarakat berpendapatan menengah ke bawah. Kejadian seperti di Wang Fuk Court sangat mungkin terjadi jika sistem proteksi tidak diperbarui,” ujarnya.

Read More  Bitcoin Berpotensi Tembus $105.000

Ia juga menekankan pentingnya edukasi penghuni mengenai cara menghadapi kebakaran di gedung tinggi. Kesadaran ini sering kali rendah, padahal waktu evakuasi pada hunian padat bisa sangat terbatas. Menurutnya, latihan evakuasi berkala harus menjadi kewajiban, bukan sekadar formalitas yang dilakukan satu tahun sekali.

Pemerintah didorong untuk memperketat standar keselamatan bangunan melalui pembaruan regulasi, peningkatan inspeksi, serta penerapan sanksi bagi pengelola dan pemilik gedung yang lalai. Selain itu, penggunaan bahan bangunan yang tahan api dan instalasi listrik yang tersertifikasi penting untuk mencegah kebakaran dari sumber internal.

Tragedi di Hong Kong menunjukkan bahwa keselamatan bangunan tidak dapat dinegosiasikan. Dengan populasi perkotaan yang terus meningkat, Indonesia perlu memastikan hunian vertikal tumbuh sejalan dengan standar proteksi terbaik agar ribuan penghuni tidak terjebak dalam risiko yang seharusnya dapat dicegah.

Back to top button