Safe and SecureUpdate News

Arus Kendaraan Nataru Diprediksi Tembus 2,9 Juta Unit, Masyarakat Diminta Antisipasi Kemacetan

Arus kendaraan pada libur Natal dan Tahun Baru 2025–2026 diprediksi mencapai 2,9 juta unit sehingga masyarakat diimbau menyiapkan perjalanan dengan lebih matang.

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, arus kendaraan diproyeksikan melonjak signifikan hingga mencapai 2,9 juta unit, menurut proyeksi terbaru dari sejumlah operator transportasi dan pemangku kepentingan lalu lintas. Lonjakan mobilitas ini diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar dalam tiga tahun terakhir.

Peningkatan jumlah kendaraan dipicu oleh kombinasi libur sekolah, cuti bersama, serta tradisi masyarakat yang memanfaatkan momentum akhir tahun untuk bepergian. Jalur favorit seperti Tol Trans-Jawa, Tol Cipularang, Tol Jagorawi, serta sejumlah ruas jalan nasional di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta diprediksi akan mengalami kepadatan ekstrem.

Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa potensi pergerakan hampir tiga juta kendaraan ini harus diantisipasi oleh seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan jarak jauh. Pemerintah sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas, penambahan layanan rest area, dan pengawasan terpadu, namun kesiapan pengguna jalan tetap menjadi faktor paling penting.

Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, mengatakan bahwa masyarakat perlu memperhitungkan waktu keberangkatan dan rute alternatif sejak awal karena puncak arus diprediksi terjadi 21–24 Desember 2025, dan arus balik pada 1–4 Januari 2026. “Kami mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih cermat, termasuk mengecek kondisi kendaraan dan memanfaatkan informasi lalu lintas real-time agar tidak terjebak kemacetan panjang,” ujarnya.

Selain itu, kepadatan juga diprediksi meningkat pada jalur menuju kawasan wisata seperti Puncak, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Malang, dan Bali. Pemerintah daerah telah menyiapkan rekayasa lalu lintas tambahan, termasuk sistem satu arah situasional dan pembatasan kendaraan tertentu jika diperlukan.

Read More  Harga Bitcoin Stabil di Atas Rp1,9 Miliar Usai The Fed Pangkas Suku Bunga

Para pakar transportasi juga mengingatkan pentingnya manajemen energi dan kesehatan pengemudi, mengingat perjalanan panjang dan padat bisa meningkatkan risiko kecelakaan. Pengemudi disarankan beristirahat setiap dua hingga tiga jam, memastikan kendaraan dalam kondisi prima, serta memperkirakan ketersediaan BBM dan titik istirahat di sepanjang rute.

Dengan proyeksi arus kendaraan yang sangat besar ini, kesadaran masyarakat dalam mempersiapkan perjalanan menjadi salah satu kunci untuk mengurangi risiko kemacetan parah dan kecelakaan selama masa liburan akhir tahun.

Back to top button