Modus Ganjal ATM Makan Banyak Korban, Wanita di Bekasi Rugi Rp109 Juta: Begini Cara Aman Menghindarinya
Kasus penipuan dengan modus ganjal ATM kembali marak dan memakan korban, termasuk seorang wanita di Bekasi yang kehilangan uang hingga Rp109 juta.
Kasus kejahatan dengan modus ganjal ATM kembali menyita perhatian publik. Meski sudah sering diingatkan, pelaku terus mencari celah dan korban baru terus berjatuhan. Belum lama ini, seorang wanita asal Bekasi kehilangan uang Rp109 juta setelah kartu ATM-nya tertelan mesin dan diganti diam-diam oleh pelaku.
Kejadian tersebut memperlihatkan bahwa modus ganjal ATM masih menjadi salah satu bentuk kejahatan yang cukup efektif bagi pelaku karena memanfaatkan kepanikan korban. Biasanya, penjahat memasang benda kecil pada slot kartu untuk membuat ATM tidak bisa berfungsi. Saat korban panik dan mencoba mengulang transaksi, pelaku berpura-pura menolong lalu mengintip PIN atau menukar kartu korban dengan kartu palsu yang mirip.
Setelah korban pergi, pelaku mengambil kartu asli yang tersangkut, kemudian menguras saldo tabungan hingga habis. Pola seperti ini terus terulang dan banyak terjadi di kota-kota besar yang memiliki banyak mesin ATM yang tidak dijaga petugas keamanan.
Untuk mengantisipasi kejahatan tersebut, masyarakat perlu semakin waspada saat menggunakan ATM, terutama yang berada di lokasi sepi, tidak dijaga, atau terlihat mencurigakan. Pastikan slot kartu tidak longgar atau berubah bentuk, dan jangan menerima bantuan dari orang tidak dikenal, meskipun mereka terlihat meyakinkan. Jika kartu tertelan, nasabah harus langsung menghubungi call center bank dan memblokir kartu sebelum meninggalkan lokasi.
Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan karena pelaku biasanya mengamati calon korban dari kejauhan dan siap bertindak saat korban tampak bingung atau panik. Penggunaan layanan perbankan digital seperti mobile banking dapat membantu mengurangi risiko karena transaksi tidak lagi bergantung pada mesin ATM yang rawan manipulasi.
Kasus di Bekasi menjadi pengingat bahwa kejahatan konvensional tetap berkembang seiring kemajuan teknologi. Masyarakat perlu memahami pola-pola penipuan dan menjaga kerahasiaan PIN demi keamanan dana pribadi. Semakin banyak pengguna yang waspada, semakin kecil kesempatan pelaku untuk menjalankan aksinya.





