Dokumen Bank Hilang karena Banjir? Korban Tetap Bisa Akses Rekening
Korban banjir tetap bisa mengakses rekening meski buku tabungan, kartu ATM, atau ponsel mereka hilang karena bank memiliki prosedur darurat untuk memulihkan layanan dengan aman.
Banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Sumatera membuat ribuan warga kehilangan dokumen penting, termasuk kartu ATM, buku tabungan, telepon genggam, bahkan identitas diri yang terbawa arus. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena banyak warga membutuhkan uang tabungan mereka untuk membeli kebutuhan mendesak dan memulai pemulihan. Namun otoritas perbankan memastikan bahwa dana masyarakat tetap aman, dan akses rekening bisa dipulihkan meski seluruh dokumen fisik rusak atau hilang.
Banyak warga di pengungsian menuturkan kesulitan mengakses uang karena dokumen mereka hanyut. âSemua terbawa banjir, dompet, HP, ATM, habis. Saya bingung mau ambil uang bagaimana,â ujar Yudi, warga korban banjir di Kabupaten Agam, yang ditemui di lokasi pengungsian. Situasi seperti ini membuat informasi tentang prosedur pemulihan layanan bank menjadi sangat penting.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa bank wajib memastikan layanan tetap dapat diakses masyarakat di wilayah bencana. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menjelaskan bahwa kehilangan dokumen akibat bencana tidak menghilangkan hak nasabah atas simpanannya. âData rekening sepenuhnya tersimpan di sistem bank, sehingga nasabah tetap dapat memperoleh akses setelah dilakukan verifikasi identitas yang memadai,â ujarnya dalam beberapa kesempatan merespons kondisi bencana di berbagai daerah Indonesia.
Bank Indonesia juga memberikan dorongan agar bank mempercepat prosedur pemulihan layanan di wilayah bencana. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menegaskan bahwa bank telah memiliki mekanisme khusus untuk mempermudah nasabah yang kehilangan dokumen. âDalam kondisi darurat seperti banjir besar, bank dapat melakukan relaksasi proses administrasi dengan tetap menjaga aspek keamanan, termasuk melalui verifikasi biometrik dan pencocokan data kependudukan,â katanya.
Di lapangan, sejumlah bank biasanya membuka layanan darurat seperti mobil layanan keliling atau posko khusus agar warga tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor cabang utama. Prosedur yang diberikan meliputi penggantian kartu ATM tanpa biaya, pencetakan ulang buku tabungan, hingga aktivasi ulang mobile banking. Ketika ponsel hilang, nasabah cukup mendatangi operator seluler untuk menerbitkan kartu SIM baru agar nomor yang terhubung ke rekening tetap bisa digunakan.
Praktisi perbankan juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan yang memanfaatkan situasi bencana. Head of Digital Banking BCA Hera F. Haryn menjelaskan bahwa pemulihan akses mobile banking tidak memerlukan pengiriman PIN, OTP, atau password kepada siapa pun. âSemua proses resmi dilakukan melalui kantor cabang atau layanan customer service bank. Jangan pernah menyerahkan data rahasia kepada orang yang mengatasnamakan petugas bank,â jelasnya.
Dengan hadirnya prosedur darurat dari perbankan, korban banjir di Sumatera kini setidaknya dapat lebih tenang karena akses terhadap rekening mereka tetap dapat dipulihkan. Informasi ini menjadi penting untuk memastikan warga bisa segera membeli kebutuhan pokok, menerima bantuan, hingga kembali melanjutkan aktivitas ekonomi mereka setelah masa pemulihan bencana.





