Isi Daya Ponsel dengan Aman, Hindari Risiko Korsleting Setelah Kasus Kebakaran di Bogor
Kebakaran rumah dua lantai di Bogor yang diduga dipicu korsleting saat mengisi daya ponsel kembali menjadi pengingat pentingnya memahami cara mengecas HP dengan aman.
Kebakaran rumah dua lantai di Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor (Kamis,4/12/2025), yang diduga dipicu korsleting saat pengisian daya ponsel â kembali mengingatkan betapa pentingnya mengetahui cara mengisi daya HP yang aman.
Menurut pakar keselamatan listrik, pengisian daya ponsel yang dilakukan sembarangan â seperti menggunakan charger bekas, kabel rusak, colokan longgar, atau mengisi daya di atas kasur/karpet â bisa meningkatkan risiko korsleting dan kebakaran. Salah satu penyebab utama adalah arus pendek ketika adaptor atau kabel tidak memenuhi standar, sehingga panas berlebih bisa memicu percikan api.
Agar aman, pemilik ponsel disarankan menggunakan charger original atau bersertifikasi resmi. Hindari menggunakan barang imitasi atau suku cadang murahan karena kualitas isolasi listrik dan proteksi over-heat lebih lemah. Pastikan port listrik dan kabel dalam kondisi baik: tidak retak, tidak terkelupas, dan colokan terpasang rapat. Jangan biarkan ponsel atau charger tertutup saat mengecas â misalnya di bawah bantal, di atas kasur, atau di dalam tas â karena panas tidak bisa terbuang, sehingga baterai dan adaptor mudah overheat.
Selain itu, isi daya ponsel di ruang yang berventilasi baik. Jika memungkinkan, letakkan charger dan ponsel di atas permukaan keras (meja, lantai keramik, atau ubin), jauh dari benda mudah terbakar seperti kertas, kain, atau karpet. Setelah daya penuh, segera cabut charger untuk menghindari aliran listrik terus-menerus yang juga bisa memicu panas berlebih.
Korsleting listrik dari charger ponsel bukanlah hal sepele. Jika terjadi pada malam hari saat pemilik tidur atau rumah kosong, api bisa cepat menyebar tanpa terdeteksi. Kerugian tidak hanya fisik â rumah, perabot, dan seluruh aset bisa hilang â tetapi juga bisa mengancam keselamatan penghuni.
Kasus di Bogor harus menjadi pelajaran. Masyarakat perlu menyadari bahwa perangkat kecil seperti ponsel, jika tidak ditangani dengan benar, bisa menjadi bahaya besar. Dengan memperhatikan standar keamanan saat mengisi dayaâmemakai charger resmi, memastikan kondisi kabel dan stopkontak baik, serta menaruh ponsel di tempat amanârisiko kebakaran bisa diperkecil.
Lebih jauh, pengawasan keluarga atau penghuni rumah sangat penting, terutama saat mengisi daya malam hari. Jangan biarkan ponsel dicharge sepanjang malam tanpa pemantauan atau di dekat benda mudah terbakar. Keselamatan rumah dan keluarga adalah prioritas utama.





