Safe and SecureUpdate News

KAI Perluas Elektrifikasi: KRL Segera Menyambung ke Cikampek–Sukabumi

Pemerintah dan PT KAI mengebut rencana elektrifikasi sejumlah jalur kereta api, termasuk sambungan KRL hingga Cikampek dan Sukabumi, sebagai langkah besar menuju transportasi massal yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Langkah besar tengah ditempuh oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan mitranya PT PLN (Persero) untuk mempercepat elektrifikasi jalur kereta api di Indonesia. Dalam rapat kerja bersama DPR pada akhir 2025, pemerintah memastikan bahwa layanan kereta listrik (KRL) akan diperluas hingga menjangkau rute Cikampek dan Sukabumi. Rencana ini masuk sebagai proyek strategis jangka panjang untuk menghadirkan transportasi publik yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Menurut paparan resmi, proyek elektrifikasi bukan sebatas wacana. Pemerintah bersama dua BUMN tersebut telah menandatangani nota kesepahaman, membentuk tim kerja teknis, dan mulai menggarap pemetaan jalur prioritas, analisis teknis, hingga tahapan implementasi di lapangan. Dengan dukungan pendanaan dan kesiapan infrastruktur yang terus diperkuat, elektrifikasi diyakini menjadi pintu masuk ke era baru perkeretaapian nasional yang lebih hemat energi dan rendah emisi.

Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, bahkan buka-bukaan mengenai ambisi besar ini. Ia menegaskan bahwa elektrifikasi adalah kebutuhan mendesak. “Kita harus masuk ke era kereta listrik yang lebih luas. Elektrifikasi bukan hanya soal modernisasi, tetapi juga memastikan masyarakat mendapat transportasi massal yang efisien, murah, dan rendah emisi. Ini akan menjadi standar baru kereta api Indonesia,” ujar Dony.

Dony menambahkan bahwa proyek tersebut dirancang agar tidak membebani APBN. “Kami menjalankan proyek ini melalui kolaborasi erat dengan PLN dan skema pembiayaan yang feasible secara bisnis. Elektrifikasi jalur termasuk Cikampek–Sukabumi menjadi investasi jangka panjang yang dampaknya akan dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Read More  Ledakan Teknologi AI Cetak Puluhan Miliarder Baru, Ini Peluang dan Tantangannya

Salah satu jalur prioritas yang dicanangkan ialah sambungan dari Jabodetabek menuju Cikampek, kemudian dilanjutkan ke Sukabumi. Jalur menuju Rangkasbitung juga disiapkan untuk masuk tahapan elektrifikasi berikutnya. Upaya ini merupakan bagian dari ekspansi jaringan commuter-line ke luar koridor klasik Jakarta, sekaligus memperluas akses transportasi berbasis rel ke daerah penyangga.

Tak berhenti di sana, pemerintah juga mendorong elektrifikasi pada jalur Padalarang–Cicalengka di Jawa Barat. Proyek ini telah masuk roadmap resmi dan ditargetkan beroperasi pada 2027. Jalur sepanjang sekitar 40 km itu diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarkota di Bandung Raya dan mempercepat pergerakan komuter yang jumlahnya terus bertambah.

Momentum elektrifikasi hadir seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi massal yang cepat dan terjangkau. Dengan jaringan KRL yang semakin luas, diharapkan terbentuk koridor ekonomi baru sepanjang jalur rel, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi dan menekan beban lalu lintas jalan raya.

Meski demikian, ekspansi ini membutuhkan kesiapan infrastruktur yang matang. Mulai dari sistem persinyalan, suplai listrik yang stabil, hingga keamanan lintasan harus dipastikan agar sesuai standar. KAI menyebut bahwa semua tahapan akan dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi intensif dengan PLN.

Jika seluruh rencana berjalan sesuai jadwal, beberapa tahun ke depan masyarakat akan melihat wajah baru jaringan KRL Indonesia. Tidak hanya terpusat di Jabodetabek, layanan kereta listrik akan mencakup Cikampek, Sukabumi, Bandung Raya, dan Rangkasbitung. Transformasi ini diharapkan menciptakan mobilitas yang lebih mudah, transportasi yang lebih hijau, dan pemerataan akses yang lebih baik antarwilayah.

Back to top button