FintalkUpdate News

Harga Bitcoin Melemah Jelang Akhir Tahun, Investor Pantau Pergerakan Dana dan Sentimen Global

Harga Bitcoin (BTC) kembali melemah menjelang akhir tahun setelah turun 6,48 persen dalam sepekan, membuat investor mencermati pergerakan dana investasi, kondisi ekonomi global, dan peluang pemulihan harga.

Harga Bitcoin (BTC) kembali melemah menjelang akhir tahun setelah turun 6,48 persen dalam sepekan, membuat investor mencermati pergerakan dana investasi, kondisi ekonomi global, dan peluang pemulihan harga.

Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi perhatian menjelang akhir 2025. Dalam sepekan terakhir, nilai aset kripto terbesar di dunia ini terkoreksi sekitar 6,48 persen. Tekanan jual yang meningkat membuat pasar berada dalam kondisi penuh kehati-hatian, terutama karena belum adanya kepastian arah pergerakan harga selanjutnya.

Tekanan paling besar terjadi pada 15 Desember 2025, ketika banyak investor menjual posisi mereka secara bersamaan. Dalam waktu sekitar satu jam, transaksi jual besar-besaran itu memicu kerugian hingga sekitar US$200 juta dan mendorong harga Bitcoin turun dari kisaran US$87.000 ke level terendah harian di sekitar US$85.000. Setelah penurunan tajam tersebut, harga Bitcoin mulai stabil dan kini bergerak di kisaran US$86.000.

Meski sempat bangkit, tekanan jual masih terasa. Namun, volume penjualan yang tidak terlalu besar menunjukkan bahwa penurunan ini lebih bersifat penyesuaian harga sementara, bukan tanda kejatuhan besar. Artinya, banyak pelaku pasar masih memilih menunggu sambil melihat perkembangan situasi.

Dari sisi investasi besar, tercatat adanya penarikan dana dari ETF (Exchange Traded Fund) Bitcoin. ETF adalah produk investasi di bursa yang memungkinkan investor membeli Bitcoin secara tidak langsung tanpa harus menyimpan aset kripto tersebut. Penarikan dana ini menandakan investor besar sedang berhati-hati menghadapi kondisi ekonomi global. Meski begitu, sejumlah perusahaan besar justru masih terus menambah kepemilikan Bitcoin mereka, yang menjadi sinyal kepercayaan jangka panjang terhadap aset ini.

Read More  Gagal Jantung di Usia 16 Tahun, Mengapa Bisa Terjadi, Bawaan Sejak Lahir?

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menilai situasi ini menunjukkan perbedaan sikap antara investor jangka pendek dan jangka panjang.
“Investor besar cenderung menahan diri karena kondisi ekonomi global belum sepenuhnya stabil. Namun, perusahaan yang terus mengakumulasi Bitcoin menunjukkan keyakinan bahwa aset ini masih punya nilai jangka panjang,” ujarnya.

Secara pergerakan harga, Bitcoin saat ini berada di area penting. Jika mampu naik dan bertahan di atas US$88.000–US$89.000, peluang penguatan ke kisaran US$90.000 hingga US$95.000 terbuka. Bahkan, jika harga mampu melewati US$95.000, peluang menuju angka psikologis US$100.000 kembali terbuka.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat dan harga turun menembus US$85.000, Bitcoin berpotensi melemah lebih dalam hingga ke area US$83.000, bahkan mendekati US$80.500. Oleh karena itu, pergerakan di kisaran harga saat ini menjadi sangat penting untuk menentukan arah pasar ke depan.

Fyqieh menjelaskan bahwa ketahanan harga Bitcoin di level saat ini menjadi kunci pemulihan.
“Selama Bitcoin masih bertahan di atas US$86.000, peluang untuk kembali menguat masih ada. Namun jika level ini tidak mampu dijaga, pergerakan harga bisa cenderung datar dan fluktuatif hingga awal 2026,” jelasnya.

Selain faktor internal pasar kripto, sentimen global juga ikut memengaruhi. Salah satunya adalah rencana kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan, yang berpotensi mengurangi aliran dana ke aset berisiko seperti kripto. Dalam kondisi seperti ini, investor biasanya lebih memilih menunggu kepastian sebelum kembali masuk ke pasar.

Sementara itu, level US$100.000 masih dianggap sebagai batas psikologis yang sulit ditembus. Sejumlah analis global, termasuk CEO Galaxy Digital Mike Novogratz, menilai banyak investor cenderung menjual Bitcoin ketika harga mendekati level tersebut, sehingga kenaikan harga kerap tertahan.

Read More  Kemenyan, Dari Tradisi ke Tren Kesehatan dan Bisnis Modern

Dengan situasi saat ini, prospek Bitcoin menjelang akhir tahun berada di posisi netral hingga cenderung positif. Harga yang mampu bertahan di atas US$86.000 memberi harapan pemulihan, meski pasar masih membutuhkan sentimen kuat agar Bitcoin kembali melaju naik secara signifikan.

Back to top button