HealthcareUpdate News

Gagal Jantung di Usia 16 Tahun, Mengapa Bisa Terjadi, Bawaan Sejak Lahir?

Kisah Marina Jones yang baru mengetahui dirinya mengalami gagal jantung di usia 16 tahun menunjukkan bahwa penyakit ini tak hanya menyerang orang dewasa dan bisa berkaitan dengan kondisi sejak lahir.

Marina Jones merasa tubuhnya berbeda sejak kecil. Ia kerap mudah lelah, sulit mengikuti aktivitas olahraga, dan sering kehabisan napas meski melakukan kegiatan ringan. Awalnya, keluhan itu dianggap hal biasa. Namun pemeriksaan medis mengungkap fakta mengejutkan: Marina mengalami gagal jantung dan baru terdiagnosis saat menginjak usia 16 tahun.

Kasus Marina membuka mata bahwa gagal jantung bukan semata penyakit usia lanjut. Dalam dunia medis, gagal jantung merupakan kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara optimal untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Kondisi ini dapat berkembang secara perlahan dan kerap luput dikenali, terutama pada anak dan remaja, karena gejalanya sering dianggap sebagai kelelahan biasa atau kurang kebugaran.

Pada usia muda, penyebab gagal jantung umumnya berbeda dengan orang dewasa. Salah satu faktor paling sering adalah kelainan jantung bawaan, yaitu kondisi ketika struktur atau fungsi jantung tidak terbentuk sempurna sejak lahir. Kelainan ini membuat jantung harus bekerja lebih keras dalam jangka panjang, hingga akhirnya mengalami penurunan fungsi. Banyak penderita baru menyadari gangguan tersebut saat memasuki masa remaja, ketika aktivitas fisik meningkat dan jantung tidak lagi mampu mengimbanginya.

Selain bawaan lahir, gagal jantung pada remaja juga bisa dipicu oleh gangguan pada otot jantung, infeksi virus yang merusak jaringan jantung, atau kelainan irama jantung. Kondisi-kondisi tersebut dapat berkembang tanpa gejala yang jelas di tahap awal, sehingga diagnosis sering terlambat dilakukan.

Read More  Google Mulai Goyah, AI Ancam Dominasi Mesin Pencari

Dalam kasus Marina, pemeriksaan menunjukkan ukuran jantungnya membesar hampir dua kali lipat dari normal. Kondisi ini menandakan bahwa gangguan sudah berlangsung cukup lama sebelum akhirnya terdeteksi. Situasi serupa juga banyak terjadi pada remaja lain, di mana keluhan seperti mudah lelah, sesak napas, atau pusing tidak langsung dikaitkan dengan masalah jantung.

Para ahli kesehatan menekankan bahwa meski jarang, gagal jantung pada usia muda bukanlah hal mustahil. Oleh karena itu, orang tua dan remaja perlu lebih waspada terhadap perubahan kondisi fisik yang tidak wajar, terutama jika keluhan berlangsung lama dan semakin memburuk. Pemeriksaan jantung seperti EKG atau ekokardiografi dapat membantu mendeteksi masalah sejak dini sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

Meski terdengar menakutkan, gagal jantung bukan berarti akhir dari segalanya. Dengan diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai, banyak pasien muda dapat mengendalikan penyakitnya dan menjalani hidup dengan kualitas yang baik. Kisah Marina menjadi pengingat penting bahwa mendengarkan sinyal tubuh dan tidak menunda pemeriksaan medis bisa membuat perbedaan besar, bahkan menyelamatkan nyawa.

Back to top button