HealthcareUpdate News

Viral Obat Dewa, Dexamethasone: Obat Keras yang Harus Dipakai Hanya di Bawah Pengawasan Dokter

Dexamethasone merupakan obat steroid kuat yang bermanfaat untuk berbagai kondisi medis, namun penggunaannya tanpa pengawasan dokter dapat memicu efek samping serius sehingga masyarakat perlu berhati-hati.

Dexamethasone akhir-akhir ini ramai diperbincangkan di jagat maya, kadang disebut sebagai “obat dewa” karena kemampuannya meredakan peradangan dengan cepat. Meski memang memiliki manfaat medis yang penting, obat ini tergolong obat keras yang hanya boleh digunakan dengan resep dan pengawasan dokter karena potensi dampak negatifnya tidak bisa dianggap remeh.

Secara medis, Dexamethasone adalah golongan kortikosteroid yang bekerja menekan respon imun dan peradangan, sehingga sering dipakai dalam pengobatan berbagai kondisi seperti peradangan berat, reaksi alergi, gangguan pernapasan tertentu, sampai untuk membantu mengurangi efek samping pengobatan kanker. Obat ini juga dipakai dalam pengelolaan kondisi autoimun, penyakit kulit serius, maupun gangguan pada sistem kekebalan.

Namun demikian, penggunaan dexamethasone harus ditentukan dosis dan durasinya oleh tenaga medis, karena steroid jenis ini tidak sama dengan obat pereda nyeri atau anti-inflamasi biasa yang bisa dibeli bebas. Di banyak negara, termasuk Indonesia, dexamethasone terdaftar sebagai obat keras yang memerlukan resep dokter dan tidak boleh dibeli atau dikonsumsi tanpa indikasi medis jelas.

Kenapa demikian? Obat ini dapat memengaruhi banyak fungsi tubuh jika dipakai sembarangan. Efek samping yang umum bisa meliputi mual, sakit kepala, perubahan suasana hati, insomnia, hingga peningkatan tekanan darah dan kadar gula darah — yang bisa berbahaya terutama bagi penderita diabetes atau hipertensi. Lebih jauh, penggunaan steroid yang tidak tepat juga dapat menekan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi.

Selain itu, pada penggunaan jangka panjang atau dengan dosis tinggi, dexamethasone bisa menyebabkan penyimpangan metabolik seperti penimbunan cairan, osteoporosis (tulang keropos), gangguan mood berat, perubahan bentuk tubuh, bahkan gangguan hormonal karena dampaknya terhadap kelenjar adrenal.

Read More  Ini yang Terjadi pada Tubuh Saat Rutin Minum Teh Hijau, Manfaat dan Risiko yang Perlu Diketahui

Karena itu, tenaga medis biasanya akan melakukan penilaian menyeluruh sebelum meresepkan dexamethasone, mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien serta penyakit yang diderita. Pada beberapa kondisi tertentu — misalnya infeksi jamur sistemik, alergi berbahaya, atau obat tertentu lain — dokter dapat menyesuaikan dosis atau memilih terapi yang lebih aman.

Penting juga dicatat bahwa penghentian penggunaan dexamethasone setelah pemakaian jangka panjang tidak boleh dilakukan secara tiba-tiba karena bisa memicu efek withdrawal yang serius; dokter biasanya akan menurunkan dosis secara bertahap.

Bagi masyarakat umum, pesan utama dari para ahli kesehatan adalah tidak menggunakan dexamethasone tanpa resep dan pengawasan dokter, meskipun obat ini tampak “ampuh” berdasarkan pengalaman orang lain atau informasi di internet. Penggunaan yang salah justru dapat memperburuk kondisi atau memicu gangguan kesehatan baru.

Back to top button