TechnoUpdate News

Pemkot Surabaya Uji Coba Alat Ukur Kekuatan Pohon untuk Mitigasi Cuaca Ekstrem

Pemerintah Kota Surabaya menguji alat ukur kekuatan pohon guna mengantisipasi risiko tumbangnya pohon saat cuaca ekstrem

Pemerintah Kota Surabaya tengah menguji coba alat khusus untuk mengukur kekuatan dan kerawanan pohon di ruang publik sebagai bagian dari langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrem yang kerap menyebabkan pohon tumbang di berbagai daerah. Langkah ini dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama perguruan tinggi dan perangkat daerah terkait untuk memetakan risiko lebih akurat di tengah meningkatnya fenomena hujan lebat dan angin kencang.

Alat yang digunakan bukan sekadar meteran biasa, tetapi perangkat yang mampu menilai struktur internal pohon dengan lebih detail. Melalui alat ini, petugas dapat mengukur parameter-parameter penting seperti kepadatan batang, usia pohon, serta kondisi akar dan tajuk yang menentukan seberapa kuat pohon tersebut menahan tekanan angin atau beban lain di lingkungan sekitarnya. Dengan data ini, petugas bisa mengkalkulasi tingkat risiko tumbang pada setiap pohon yang diperiksa.

Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto, menjelaskan bahwa meskipun banyak pohon di kota tampak sehat karena rindang dan besar, sebagian besar ditanam puluhan tahun lalu sehingga usia pohon menjadi salah satu faktor kerawanan saat cuaca ekstrem. “Alat ini membantu kami mengidentifikasi mana pohon yang sebaiknya diprioritaskan untuk dipantau, diranting, atau diamankan lebih dulu,” ujar Dedik.

Uji coba teknologi ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan alat tersebut, pemerintah daerah dapat melakukan deteksi dini terhadap pohon-pohon yang berpotensi tumbang sehingga risiko kecelakaan dan kerusakan infrastruktur bisa ditekan sejak awal. Data yang dihasilkan juga memungkinkan pemetaan risiko yang lebih akurat, sehingga perencanaan mitigasi bencana dapat dilakukan berbasis data, bukan sekadar visual semata.

Read More  Hampir 589 Ribu Kendaraan Melanggar Aturan ODOL Sepanjang 2025, Ini Kerugian yang Ditimbulkan

Selain itu, pemerintah dapat menjadwalkan tindakan preventif seperti perantingan atau penopangan pohon sebelum kondisinya memburuk. Penggunaan teknologi ini juga mendorong koordinasi lintas instansi, termasuk dengan BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran, agar penanganan dan respons bencana dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Potensi Diterapkan di Jakarta

Inovasi Surabaya ini disebut potensial untuk diadopsi di daerah lain seperti Jakarta, di mana risiko pohon tumbang juga menjadi perhatian serius saat cuaca buruk. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa sekitar 5.000 pohon di ibu kota berpotensi tumbang apabila tidak mendapat penanganan yang tepat.
Selain uji alat deteksi, Pemprov DKI pun telah melakukan upaya mitigasi lain seperti pemangkasan dan perapihan puluhan ribu pohon di wilayahnya untuk mencegah insiden serupa.

Dengan tantangan perubahan iklim dan pola cuaca ekstrem yang makin sering terjadi, langkah Surabaya menunjukkan bagaimana pendekatan berbasis teknologi dan data dapat memperkuat strategi ketahanan kota terhadap bencana, terutama yang terkait dengan pohon di ruang publik.

Back to top button