Waspada Risiko Kesehatan di Libur Natal dan Tahun Baru, Termasuk Holiday Heart Syndrome
Libur Natal dan Tahun Baru yang penuh euforia bisa membawa risiko kesehatan serius seperti Holiday Heart Syndrome, sehingga penting mengenali gejala tubuh sejak dini untuk keselamatan diri.
Momen libur akhir tahun sering dipenuhi dengan kebahagiaan berkumpul bersama keluarga, jamuan makanan enak, dan berbagai acara perayaan. Namun, di balik kegembiraan itu terdapat risiko kesehatan yang nyata — termasuk kondisi yang dikenal sebagai Holiday Heart Syndrome, yaitu lonjakan gangguan jantung yang sering terjadi saat masa liburan.
Pakar medis memperingatkan bahwa setiap akhir Desember, terutama sekitar Malam Natal dan Tahun Baru, angka serangan jantung dan gangguan irama jantung cenderung meningkat. Kondisi ini sering dipicu oleh kombinasi kebiasaan liburan seperti konsumsi makanan berlemak dan tinggi garam secara berlebihan, konsumsi minuman beralkohol yang meningkat, pola tidur yang tidak teratur, serta aktivitas fisik yang berkurang.
Istilah Holiday Heart Syndrome sendiri merujuk pada gangguan irama jantung atau aritmia yang dapat muncul pada siapa saja selama liburan, terutama setelah konsumsi alkohol berlebihan. Gangguan ini tidak hanya terjadi pada orang dengan riwayat penyakit jantung, tetapi juga dapat muncul pada individu yang sebelumnya sehat. Kondisi ini sering ditandai oleh gejala seperti jantung berdebar tidak beraturan, perasaan tidak nyaman di dada, sesak napas, dan pusing — tanda yang jangan pernah diabaikan.
Fenomena ini juga didukung oleh data penelitian internasional yang menunjukkan peningkatan kejadian serangan jantung tepat saat musim liburan. Dalam penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Circulation, kematian akibat serangan jantung dilaporkan paling tinggi pada tanggal 25 Desember, diikuti oleh periode libur panjang lainnya.
Mengabaikan sinyal tubuh dapat berakibat fatal. Banyak pasien memilih menunda mencari bantuan medis karena tidak ingin “mengganggu suasana liburan” atau merasa khawatir merusak momen bersama keluarga, padahal respon cepat terhadap gejala jantung yang mencurigakan justru bisa menyelamatkan nyawa.
Untuk mengurangi risiko Holiday Heart Syndrome dan masalah kesehatan lain selama liburan, para ahli menyarankan menjaga pola makan seimbang, batasi konsumsi alkohol, tetap aktif secara fisik, dan cukup istirahat. Mengenali tanda-tanda awal gangguan jantung sejak dini serta mencari pertolongan medis saat gejala muncul adalah langkah penting demi menikmati liburan dengan aman dan sehat.





