HealthcareUpdate News

Super Flu Mulai Masuk Indonesia, Vaksin Flu Masih Berbayar dan Belum Disubsidi Pemerintah

Meskipun kasus super flu (varian influenza A H3N2) sudah terdeteksi di Indonesia, Jakarta belum melaporkan kasusnya dan vaksinasi influenza sebagai pencegahan saat ini masih berstatus berbayar dan belum disubsidi pemerintah pusat.

Isu super flu kembali ramai diperbincangkan setelah beberapa kasus dilaporkan di berbagai daerah Indonesia. Varian influenza A H3N2 — yang dalam perbincangan publik disebut super flu — memiliki kemampuan menular cepat dan gejala yang bisa lebih berat daripada flu biasa.

Namun, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan hingga kini belum ada kasus super flu yang terkonfirmasi di Jakarta. Meski demikian, pemerintah provinsi tetap waspada dan mendorong langkah antisipatif untuk mencegah penularan jika virus tersebut sampai ke ibu kota.

Sebagai bentuk pencegahan, warga sebenarnya bisa mendapatkan vaksin influenza — jenis vaksin umum yang membantu melindungi dari berbagai strain flu musiman, termasuk H3N2 — di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.

Namun, vaksinasi ini belum menjadi program subsidi pemerintah pusat atau daerah, sehingga masyarakat yang ingin divaksin masih harus membayar biaya sendiri untuk mendapatkan vaksinasi tersebut. Pemerintah menegaskan hal ini karena program vaksinasi gratis untuk influenza saat ini belum termasuk dalam cakupan program kesehatan nasional.

Kisaran biaya vaksin influenza di Indonesia bervariasi tergantung fasilitas kesehatan dan jenis vaksinnya. Di banyak rumah sakit dan klinik, harga vaksin influenza berkisar antara sekitar Rp300.000 hingga Rp500.000 per dosis untuk dewasa, termasuk jasa medis dan administrasi, sementara beberapa puskesmas atau klinik kecil dapat menawarkan tarif lebih terjangkau di bawah Rp250.000. Ada juga paket vaksin dengan harga mulai dari sekitar Rp315.000 hingga Rp450.000 di beberapa layanan kesehatan swasta.

Read More  RI Rugi Rp160 Triliun karena Pasien Pilih Berobat ke Luar Negeri, Wamenkes Ungkap Penyebabnya

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta menjelaskan bahwa sampai saat ini belum tersedia vaksin khusus untuk super flu, tetapi vaksin influenza yang sudah dikenal luas bisa digunakan sebagai alat pencegahannya. Warga yang ingin meningkatkan perlindungan kesehatan tetap dipersilakan melakukan vaksinasi secara mandiri.

Para pakar kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak panik, karena super flu sejatinya merupakan varian dari virus influenza yang sudah dikenal puluhan tahun dan bersifat musiman, bukan virus baru seperti SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Pencegahan dasar seperti menjaga kebersihan, istirahat cukup, dan vaksinasi influenza tetap menjadi langkah penting untuk menekan risiko penyebaran penyakit.

Para pakar kesehatan juga mengingatkan bahwa vaksinasi influenza — meski berbayar — adalah salah satu cara efektif untuk menekan risiko gejala berat dan komplikasi akibat infeksi virus flu. Selain itu, langkah pencegahan dasar seperti menjaga kebersihan tangan, menghindari kontak dengan orang sakit, dan istirahat cukup tetap menjadi strategi penting untuk melindungi diri dan orang di sekitar kita dari super flu.

Back to top button