HealthcareUpdate News

Deteksi Dini Alzheimer Kini Lebih Mudah, Cukup Lewat Tes Tusuk Jari

Peneliti mengembangkan metode deteksi dini Alzheimer lewat tes tusuk jari, sebuah terobosan yang berpotensi membuat diagnosis penyakit neurodegeneratif ini jauh lebih mudah, cepat, dan terjangkau.

Upaya mendeteksi penyakit Alzheimer sejak tahap paling awal kini memasuki babak baru. Para peneliti tengah menguji tes darah sederhana menggunakan sampel dari ujung jari, mirip dengan pemeriksaan gula darah, sebagai alternatif dari metode diagnosis yang selama ini tergolong mahal dan invasif.

Selama ini, deteksi Alzheimer umumnya mengandalkan pemeriksaan PET scan atau analisis cairan serebrospinal melalui pungsi lumbal. Meski akurat, kedua metode tersebut membutuhkan fasilitas medis canggih, biaya tinggi, serta prosedur yang tidak nyaman bagi pasien. Kondisi ini membuat banyak orang baru terdiagnosis saat gejala kognitif sudah cukup berat.

Tes tusuk jari menawarkan pendekatan berbeda. Hanya dengan satu atau dua tetes darah yang diteteskan ke kartu khusus, sampel dapat dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Peneliti kemudian mencari biomarker spesifik Alzheimer, terutama protein abnormal yang berkaitan dengan penumpukan plak amiloid di otak — salah satu ciri utama penyakit ini.

Keunggulan utama dari metode ini adalah kemudahannya. Tes dapat dilakukan dengan cepat, minim risiko, dan berpotensi diterapkan secara luas, bahkan di luar rumah sakit besar. Jika terbukti akurat, tes tusuk jari bisa menjadi alat skrining awal bagi masyarakat yang berisiko, seperti lansia atau individu dengan riwayat keluarga Alzheimer.

Deteksi dini menjadi sangat krusial karena perubahan biologis pada otak penderita Alzheimer sebenarnya sudah terjadi bertahun-tahun sebelum gejala seperti lupa berat, kebingungan, atau perubahan perilaku muncul. Dengan mengetahui risiko sejak awal, pasien memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan intervensi gaya hidup, terapi suportif, serta perencanaan medis dan sosial jangka panjang.

Read More  AI Jadi Mesin Pencetak Miliarder Tercepat, Kalahkan Rekor Era Dot Com

Para ahli menilai inovasi ini juga dapat mempercepat penelitian obat Alzheimer. Dengan alat skrining yang lebih sederhana, proses perekrutan partisipan uji klinis menjadi lebih efisien karena peneliti dapat mengidentifikasi calon pasien pada tahap awal penyakit.

Meski menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa tes tusuk jari ini masih dalam tahap pengujian. Diperlukan validasi klinis berskala besar untuk memastikan tingkat akurasi, sensitivitas, dan spesifisitasnya sebelum benar-benar digunakan sebagai alat diagnosis atau skrining rutin.

Ke depan, jika lolos uji dan mendapatkan persetujuan regulator kesehatan, tes tusuk jari berpotensi menjadi game changer dalam penanganan Alzheimer. Diagnosis yang lebih cepat dan merata diharapkan dapat membantu menekan dampak penyakit ini, yang jumlah penderitanya terus meningkat seiring bertambahnya usia harapan hidup penduduk dunia.

Back to top button