HealthcareUpdate News

Sering Terdistraksi Notifikasi Ponsel, Bisa Jadi Biang Kerok Hilangnya Fokus

Notifikasi ponsel yang terus berbunyi atau muncul di layar ternyata bisa menjadi penyebab utama terganggunya fokus dan turunnya produktivitas di tengah gaya hidup digital yang serba cepat.

Ponsel pintar telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, di balik kemudahannya, notifikasi yang terus bermunculan dari berbagai aplikasi justru kerap mengganggu konsentrasi. Bunyi singkat, getaran, atau sekadar kilatan notifikasi di layar cukup untuk memecah perhatian, bahkan ketika seseorang sedang mengerjakan tugas penting.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa setiap kali notifikasi muncul, otak dipaksa untuk mengalihkan perhatian dari satu aktivitas ke aktivitas lain. Proses ini tidak terjadi tanpa konsekuensi. Otak membutuhkan waktu untuk kembali fokus sepenuhnya, sehingga pekerjaan yang seharusnya cepat selesai justru memakan waktu lebih lama. Kondisi ini dikenal sebagai biaya kognitif akibat perpindahan fokus yang terlalu sering.

Gangguan akibat notifikasi tidak hanya berdampak pada produktivitas kerja, tetapi juga kualitas berpikir. Konsentrasi yang terpecah membuat seseorang lebih mudah melakukan kesalahan, sulit mempertahankan alur pemikiran, dan cenderung merasa cepat lelah secara mental. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu stres karena otak terus berada dalam keadaan siaga.

Tekanan untuk selalu merespons pesan atau pembaruan secara instan juga memengaruhi kesehatan mental. Banyak orang merasa harus selalu tersedia dan segera menanggapi notifikasi, meski tidak semuanya bersifat penting atau mendesak. Akibatnya, waktu untuk benar-benar fokus, beristirahat, atau berinteraksi secara utuh dengan orang di sekitar menjadi semakin berkurang.

Para ahli menilai, masalah utama bukan terletak pada teknologi ponsel itu sendiri, melainkan pada pola penggunaannya. Notifikasi yang datang tanpa henti membuat otak sulit membedakan mana informasi yang benar-benar penting dan mana yang bisa ditunda. Paparan gangguan yang terus-menerus ini membuat fokus menjadi rapuh dan mudah teralihkan.

Read More  Mana Lebih Aman, Kendaraan Listrik atau Konvensional?

Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa dampak negatif notifikasi dapat diminimalkan dengan pengelolaan yang lebih sadar. Mengatur ulang notifikasi, memberi waktu khusus untuk memeriksa pesan, serta membiasakan diri untuk fokus pada satu tugas dalam satu waktu dinilai dapat membantu otak bekerja lebih efisien dan mengurangi stres digital.

Di tengah arus informasi yang kian deras, kemampuan untuk mengendalikan perhatian menjadi keterampilan penting. Dengan lebih bijak mengelola notifikasi ponsel, fokus dapat kembali terjaga, produktivitas meningkat, dan keseimbangan antara kehidupan digital dan nyata bisa tercapai.

Back to top button