FintalkUpdate News

Salary Survey 2026: 81% Perusahaan Kesulitan Cari Kandidat Berkualitas, Profesional Minta Gaji Naik Dua Digit

Pasar kerja Indonesia 2026 tetap aktif, namun perusahaan makin selektif merekrut karena sulit menemukan kandidat berkualitas, sementara profesional menuntut kenaikan gaji dua digit saat pindah kerja.

Pasar rekrutmen Indonesia pada 2026 diperkirakan tetap bergerak aktif. Namun, di balik optimisme tersebut, perusahaan menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan kandidat yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Temuan ini terungkap dalam Robert Walters Salary Survey 2026 yang menunjukkan bahwa hampir setengah perusahaan di Indonesia (48%) masih berencana menambah tenaga kerja tahun ini, sementara 32% lainnya memperkirakan tingkat perekrutan tetap stabil. Meski demikian, sebanyak 81% perusahaan mengaku kesulitan mendapatkan kandidat berkualitas yang selaras dengan kebutuhan peran yang dicari.

Eric Mary, Country Head Robert Walters Indonesia & Vietnam, mengatakan pendekatan rekrutmen kini jauh lebih selektif dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Perusahaan di Indonesia masih aktif merekrut, namun pendekatannya kini jauh lebih selektif. Fokus utama adalah memastikan keterampilan dan pengalaman yang tepat mengisi peran-peran penting, sehingga tantangan dalam menemukan kandidat yang sesuai terasa semakin nyata,” ujarnya.

Rekrutmen Tetap Jalan, Kenaikan Gaji Lebih Terukur

Meskipun aktivitas perekrutan tidak melambat signifikan, perusahaan kini lebih berhati-hati dalam menentukan posisi yang akan diisi. Fokus diarahkan pada peran strategis yang berdampak langsung pada kinerja dan pertumbuhan bisnis.

Strategi remunerasi pun lebih disiplin. Mayoritas perusahaan (65%) merencanakan kenaikan gaji di kisaran 3–6%. Pendekatan ini mencerminkan pengelolaan biaya yang lebih terukur di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Namun, proses rekrutmen cenderung berlangsung lebih lama. Persaingan tetap ketat, terutama untuk profesional berpengalaman dan posisi spesialis yang krusial bagi operasional perusahaan.

Profesional Masih Terbuka, tapi Lebih Selektif

Di sisi lain, minat profesional untuk mencari peluang kerja baru masih tinggi. Sebanyak 82% profesional di Indonesia menyatakan terbuka terhadap tawaran pekerjaan baru. Meski begitu, mereka kini lebih selektif dalam mengambil keputusan karier.

Read More  Rem Truk Blong Lagi, Kecelakaan di Tol Ciawi 2 Jadi Alarm Bahaya

Delapan dari sepuluh profesional mengharapkan kenaikan gaji minimal 16% saat berpindah pekerjaan, bahkan 37% menargetkan kenaikan di atas 25%. Ekspektasi ini umumnya hanya dapat dipenuhi perusahaan untuk posisi yang bersifat spesialis dan sangat dibutuhkan.

Michelle Tanjung, Associate Director Sales & Marketing and Commerce Finance Robert Walters Indonesia, menjelaskan bahwa kandidat kini mempertimbangkan lebih dari sekadar gaji.

“Profesional tidak menarik diri dari pasar tenaga kerja, namun menjadi jauh lebih selektif. Kandidat kini semakin mempertimbangkan kejelasan kepemimpinan, ruang lingkup peran, serta nilai karier jangka panjang sebelum mengambil keputusan,” katanya.

Survei juga mencatat faktor utama yang memengaruhi keputusan karier meliputi kompensasi (69%), keamanan kerja (44%), dan kualitas kepemimpinan (29%).

Adopsi AI Ubah Struktur Peran dan Keterampilan

Salah satu dinamika baru di pasar tenaga kerja 2026 adalah percepatan adopsi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Sebanyak 61% perusahaan telah mengimplementasikan atau berencana mengadopsi AI untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional.

Perubahan ini berdampak pada transformasi struktur peran dan kebutuhan keterampilan. Profesional dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi agar relevan dengan kebutuhan industri yang semakin digital.

Menariknya, 78% profesional percaya AI akan berdampak positif terhadap karier mereka. Namun, 43% mengaku khawatir terhadap keterbatasan akses pelatihan yang memadai.

Pasar Tenaga Kerja 2026: Aktif tapi Semakin Kompleks

Secara keseluruhan, pasar tenaga kerja Indonesia pada 2026 diproyeksikan tetap aktif, namun semakin kompleks. Keberhasilan perekrutan tidak lagi ditentukan oleh jumlah lowongan semata, melainkan oleh keselarasan antara ekspektasi gaji, kesiapan keterampilan, kecepatan proses rekrutmen, serta prospek karier jangka panjang.

Dengan perusahaan dan profesional sama-sama bersikap selektif, keseimbangan antara kebutuhan bisnis dan harapan talenta menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan pasar kerja tahun ini.

Back to top button