HealthcareUpdate News

Waspada! 7 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Otak Cepat “Menciut” dan Risiko Demensia Usia Muda

Demensia tak hanya ancaman di usia lanjut — beberapa kebiasaan sehari-hari bisa mempercepat penyusutan otak dan meningkatkan risiko demensia bahkan pada usia muda.

Masyarakat umumnya mengenal demensia sebagai kondisi yang menyerang orang usia 65 tahun ke atas, namun riset kesehatan terbaru menunjukkan bahwa otak manusia dapat mengalami penyusutan fungsi jauh lebih cepat ketika terpapar faktor risiko tertentu sejak dini. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko demensia di usia muda jika tidak diantisipasi sejak awal.

Para ahli kesehatan menjelaskan bahwa sejumlah kebiasaan dan faktor gaya hidup modern dapat mempercepat penurunan volume otak, memperlemah koneksi saraf, serta melemahkan kemampuan kognitif secara bertahap. Penurunan struktur dan fungsi otak inilah yang menjadi salah satu landasan biologis demensia.

Salah satu kebiasaan yang paling berpengaruh adalah pola tidur yang buruk. Kurang tidur kronis dan gangguan tidur dapat memicu akumulasi protein toksik di otak, yang berkontribusi pada kerusakan sel saraf. Begitu pula dengan kurang aktivitas fisik — otot dan otak saling terhubung melalui aliran darah yang sehat, sehingga orang yang jarang bergerak cenderung memiliki risiko fungsi otak menurun lebih cepat.

Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan juga menjadi faktor kuat yang berkaitan dengan penyusutan volume otak. Kedua zat ini memicu stres oksidatif dan peradangan yang mengganggu jaringan saraf otak. Pola makan tinggi gula dan makanan ultra-diproses, di sisi lain, dapat merusak pembuluh darah kecil di otak, menghambat aliran darah, serta mempercepat terjadinya disfungsi kognitif.

Selain itu, stres berkepanjangan, isolasi sosial, dan kurangnya stimulasi mental terbukti memengaruhi ketahanan otak terhadap penuaan. Hubungan sosial yang minim dan kurangnya tantangan otak membuat koneksi saraf menjadi kurang aktif, yang pada jangka panjang dapat berkontribusi pada risiko demensia.

Read More  TikTok Hentikan Live Streaming Saat Demo, Keluhan Membanjir, Tunjukkan Besarnya Ketergantungan pada Media Sosial

Faktor genetik juga tidak bisa diabaikan. Orang dengan riwayat keluarga penderita demensia memiliki peluang lebih tinggi untuk mengalami kondisi serupa, namun gaya hidup sehat dapat menurunkan risiko tersebut meskipun faktor genetik ada.

Para dokter mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup yang mendukung kesehatan otak sejak dini. Pola tidur yang teratur, diet seimbang kaya antioksidan (seperti buah dan sayur), olahraga rutin, serta menjaga hubungan sosial adalah strategi yang terbukti membantu menjaga volume dan fungsi otak tetap optimal.

Perubahan kebiasaan ini penting dilakukan lebih awal terutama di era digital saat ini, di mana gangguan tidur, pola hidup sedentari, dan konsumsi makanan cepat saji menjadi bagian rutinitas banyak orang. Kunci pencegahan demensia bukan hanya soal usia tua, tetapi bagaimana seseorang menjaga kesehatan otaknya sepanjang hidup.

Back to top button