HealthcareUpdate News

Campak Bisa Menginfeksi Berulang, Kemenkes Tekankan Pentingnya Imunisasi Lengkap

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa campak tidak hanya sangat menular, tetapi juga berpotensi menginfeksi kembali sehingga imunisasi tetap menjadi langkah perlindungan paling efektif.

Campak kembali menjadi perhatian karena sifatnya yang sangat menular dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa imunisasi tetap menjadi langkah paling efektif untuk melindungi masyarakat, terutama anak-anak, dari risiko penularan penyakit ini.

Selain mudah menyebar melalui percikan batuk, bersin, maupun udara di ruang tertutup, campak juga memiliki risiko menginfeksi lebih dari satu kali. Kondisi ini kerap tidak disadari masyarakat yang menganggap seseorang akan kebal seumur hidup setelah pernah terpapar.

Selain itu, campak juga berpotensi menginfeksi kembali jika kekebalan tubuh seseorang menurun. Artinya, orang yang pernah terkena campak saat kecil tetap bisa terinfeksi lagi di kemudian hari. Hal ini disampaikan Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman.

“Penyakit menular (termasuk campak) itu bisa menginfeksi berulang pada setiap orang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aji menjelaskan bahwa imunitas terhadap campak dapat terbentuk secara alami setelah seseorang terinfeksi maupun melalui vaksinasi. Namun, perlindungan tersebut tidak bersifat mutlak.

“Imunisasi tidak menjamin 100 persen bebas dari penyakit menular, tetapi jika terinfeksi bisa menurunkan risiko sakit berat atau kematian,” jelasnya.

Para ahli menjelaskan, virus campak termasuk salah satu virus dengan tingkat penularan sangat tinggi. Bahkan satu penderita dapat menularkan penyakit kepada hingga 18 orang lain, terutama pada lingkungan dengan cakupan imunisasi yang rendah.

Di Indonesia, kasus campak sempat meningkat dalam beberapa waktu terakhir, meski pemerintah menyebut tren mulai menurun seiring penguatan program imunisasi dan edukasi kesehatan masyarakat.

Read More  Kereta Khusus Petani Mulai Beroperasi 1 Desember, Tarif Cuma Rp3.000

Campak tidak hanya menimbulkan gejala ruam merah dan demam, tetapi juga dapat memicu komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak, dehidrasi berat, hingga kematian pada kasus tertentu. Karena itu, imunisasi dasar lengkap menjadi langkah penting untuk membangun perlindungan optimal, baik bagi individu maupun komunitas.

Kemenkes mengingatkan bahwa keberhasilan pengendalian campak sangat bergantung pada cakupan imunisasi yang tinggi dan merata. Dengan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan vaksin, risiko penularan dapat ditekan secara signifikan.

Melalui edukasi yang berkelanjutan, pemerintah berharap masyarakat tidak menganggap remeh campak. Imunisasi tetap diperlukan meskipun seseorang pernah terinfeksi, karena perlindungan terbaik diperoleh dari kombinasi imunitas alami dan vaksinasi.

Back to top button