HealthcareUpdate News

WFH untuk Hemat Energi, Kemenkes Imbau Bike to Work dan Jalan Kaki 7.500 Langkah per Hari

Di tengah kebijakan work from home untuk menekan konsumsi BBM, Kementerian Kesehatan mendorong masyarakat beralih ke transportasi ramah lingkungan sekaligus meningkatkan aktivitas fisik minimal 7.500 langkah per hari.

Pemerintah mulai menerapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam seminggu sebagai langkah menghemat energi di tengah krisis bahan bakar minyak (BBM) akibat dinamika geopolitik global. Momentum ini juga dimanfaatkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mendorong masyarakat mengadopsi gaya hidup lebih sehat dan ramah lingkungan.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menilai perubahan pola mobilitas masyarakat dapat menjadi peluang untuk meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari. Penggunaan transportasi umum, berjalan kaki, maupun bersepeda dinilai dapat membantu menekan konsumsi energi sekaligus menjaga kebugaran tubuh.

“Penggunaan transportasi umum selain mengurangi kemacetan dan polusi, juga membuat kita lebih banyak bergerak. Berjalan kaki, naik tangga, bisa dengan target juga minimal 7.500 langkah per hari,” ujar Aji.

Kemenkes juga mendorong masyarakat yang telah terbiasa menggunakan sepeda sebagai moda transportasi harian untuk terus mempertahankan kebiasaan tersebut. Aktivitas bike to work dinilai tidak hanya membantu penghematan energi, tetapi juga menurunkan risiko penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Selain itu, kebiasaan sederhana seperti memilih tangga dibanding lift untuk jarak dekat juga dinilai dapat menjadi bagian dari gaya hidup aktif. Aktivitas fisik ringan yang dilakukan secara rutin dinilai mampu menjaga kebugaran tanpa harus menyediakan waktu khusus untuk berolahraga.

Kombinasi antara penghematan energi dan peningkatan aktivitas fisik diyakini memberi manfaat jangka panjang, baik bagi kesehatan individu maupun kualitas lingkungan. Berkurangnya polusi udara akibat penggunaan kendaraan bermotor yang lebih sedikit juga berpotensi menurunkan risiko gangguan pernapasan.

Read More  Demam Emas Melanda Asia, Menguntungkan atau Berisiko bagi Indonesia?

Dengan demikian, krisis energi tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga peluang untuk membangun kebiasaan baru yang lebih sehat dan berkelanjutan. Pemerintah berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan aktivitas fisik harian sekaligus mendukung upaya efisiensi energi nasional.

Back to top button