Jelang Idul Adha, Penumpang Diimbau Pilih Bus yang Lulus Ramp Check
Penumpang bus diminta memastikan armada yang digunakan telah lulus ramp check demi keselamatan perjalanan saat libur Idul Adha.
Menjelang libur panjang Idul Adha, masyarakat yang bepergian menggunakan bus antarkota diminta lebih teliti memilih armada yang sudah lulus ramp check demi memastikan keselamatan selama perjalanan. Pemeriksaan ini menjadi langkah penting untuk mencegah kecelakaan akibat kendaraan yang tidak laik jalan.
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memperketat pengawasan terhadap bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat saat libur Idul Adha 1447 Hijriah. Pemeriksaan dilakukan di terminal dan pool bus guna memastikan seluruh armada memenuhi standar keselamatan.
Ramp check sendiri merupakan inspeksi keselamatan kendaraan yang mencakup pemeriksaan kondisi teknis maupun administrasi bus. Dalam proses ini, petugas memeriksa sistem pengereman, lampu, ban, wiper, alat pemadam api ringan (APAR), hingga kelengkapan dokumen seperti KIR, STNK, dan kartu pengawasan.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, mengatakan pengawasan angkutan umum menjadi prioritas untuk menjamin keselamatan penumpang selama periode libur panjang.
“Kami selalu berusaha menjamin keselamatan masyarakat, salah satunya peningkatan pengawasan angkutan umum atau ramp check di terminal dan pool bus,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Kemenhub mencatat sejak Januari hingga pertengahan Mei 2026 telah dilakukan lebih dari 1,4 juta pemeriksaan terhadap bus AKAP yang berangkat dari Terminal Tipe A di seluruh Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan akibat kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan.
Pentingnya Ramp Check
Ramp check menjadi sangat penting karena masih ditemukan banyak bus yang beroperasi tanpa memenuhi syarat keselamatan. Dalam inspeksi yang dilakukan Ditjen Hubdat saat libur Idul Adha tahun sebelumnya, dari 34 bus yang diperiksa terdapat 13 kendaraan yang melakukan pelanggaran. Beberapa di antaranya menggunakan dokumen KIR kedaluwarsa, tidak memiliki kartu pengawasan, bahkan memakai dokumen palsu.
Selain itu, petugas juga menemukan bus dengan perlengkapan keselamatan yang tidak memadai. Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat arus perjalanan sedang padat.
Karena itu, calon penumpang diimbau tidak hanya tergiur tarif murah atau fasilitas mewah, tetapi juga memastikan bus yang dipilih benar-benar laik jalan. Salah satu tandanya adalah adanya stiker lulus ramp check dari Kementerian Perhubungan di bagian kaca depan bus.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi Mitra Darat untuk mengecek status kelayakan kendaraan secara mandiri sebelum berangkat. Aplikasi tersebut menyediakan informasi terkait hasil uji kendaraan dan legalitas operasional armada bus.
Pengamat transportasi menilai kesadaran masyarakat dalam memilih transportasi aman masih perlu ditingkatkan. Banyak penumpang masih mengabaikan faktor keselamatan dan lebih fokus pada harga tiket atau kecepatan perjalanan.
Padahal, kondisi kendaraan yang prima menjadi faktor utama dalam keselamatan perjalanan jarak jauh. Terlebih saat musim libur panjang, ketika volume kendaraan meningkat dan risiko kecelakaan lebih tinggi dibanding hari biasa.
Dengan meningkatnya pengawasan melalui ramp check, pemerintah berharap masyarakat bisa bepergian dengan lebih aman dan nyaman selama momentum Idul Adha.





