TechnoUpdate News

China Operasikan Data Center Bawah Laut Pertama di Dunia, Bisakah Teknologi Ini Diterapkan di Indonesia?

China resmi mengoperasikan pusat data bawah laut bertenaga angin pertama di dunia, sebuah inovasi yang menjanjikan efisiensi energi tinggi untuk menopang lonjakan kebutuhan komputasi AI dan layanan digital.

China kembali mencuri perhatian dunia teknologi setelah mengoperasikan pusat data bawah laut (underwater data center/UDC) pertama di dunia yang ditenagai energi angin lepas pantai. Fasilitas yang berada di wilayah Lingang, Shanghai, tersebut dirancang untuk menjawab tantangan meningkatnya kebutuhan komputasi akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI), sekaligus menekan konsumsi energi dan penggunaan lahan.

Data center berkapasitas 24 megawatt itu ditempatkan sekitar 10 kilometer dari garis pantai dan berada di bawah permukaan laut. Berbeda dengan pusat data konvensional yang membutuhkan sistem pendingin besar dan boros listrik, fasilitas ini memanfaatkan suhu laut sebagai pendingin alami sehingga konsumsi energinya dapat ditekan secara signifikan.

Menurut pengembang proyek, penggunaan pendingin alami dari air laut mampu mengurangi konsumsi energi hingga sekitar 22,8 persen dibandingkan data center darat. Selain itu, lebih dari 95 persen kebutuhan listriknya dipasok oleh pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai.

Mengapa Data Center Bawah Laut Menarik?

Data center menjadi salah satu infrastruktur yang paling banyak mengonsumsi listrik. Seiring berkembangnya AI, cloud computing, dan layanan digital, kebutuhan energi pusat data terus meningkat.

Pada data center konvensional, sistem pendingin dapat menyerap hingga 40–50 persen total konsumsi listrik. Dengan menempatkan server di bawah laut, panas dapat dilepaskan langsung ke lingkungan sekitar melalui sistem tertutup sehingga kebutuhan pendinginan jauh lebih rendah.

Teknologi ini juga mengurangi kebutuhan lahan dan penggunaan air tawar yang selama ini menjadi tantangan utama industri pusat data.

Read More  Korea Selatan Andalkan AI untuk Cegah Bunuh Diri, Bisakah Jadi Model bagi Indonesia?

Bisakah Diterapkan di Indonesia?

Secara teori, Indonesia memiliki sejumlah keunggulan untuk mengadopsi teknologi serupa. Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai lebih dari 100.000 kilometer dan wilayah laut yang sangat luas, Indonesia memiliki banyak lokasi potensial untuk pengembangan data center bawah laut. Selain itu, sejumlah wilayah pesisir juga memiliki potensi energi angin, surya, dan arus laut yang dapat dikombinasikan sebagai sumber energi terbarukan.

Namun, implementasinya tidak sesederhana memindahkan server ke dasar laut.

Ada beberapa tantangan besar yang harus dihadapi. Pertama adalah infrastruktur energi. Data center modern membutuhkan pasokan listrik yang sangat stabil selama 24 jam. Kedua, diperlukan jaringan kabel serat optik bawah laut yang andal agar konektivitas tetap terjaga. Ketiga, biaya investasi awal teknologi ini masih sangat tinggi karena membutuhkan kapsul tahan tekanan, sistem anti-korosi, dan teknologi pemeliharaan khusus.

Selain itu, Indonesia juga perlu memastikan dampak lingkungan terhadap ekosistem laut dapat dikendalikan. Meskipun panas yang dilepas relatif kecil, para peneliti menilai pemantauan jangka panjang tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada gangguan terhadap kehidupan biota laut.

Peluang untuk Mendukung Ekonomi Digital

Meski menghadapi berbagai tantangan, konsep data center bawah laut berpotensi menarik bagi Indonesia yang sedang mendorong transformasi digital dan pengembangan AI. Kebutuhan pusat data nasional diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan layanan cloud, e-commerce, fintech, dan kecerdasan buatan.

Jika dikombinasikan dengan energi terbarukan seperti angin lepas pantai, panas bumi, atau tenaga surya, teknologi ini dapat menjadi solusi untuk mengurangi jejak karbon industri digital di masa depan. Namun sebelum itu, Indonesia masih perlu memperkuat infrastruktur energi, jaringan telekomunikasi, serta regulasi yang mendukung investasi teknologi berteknologi tinggi tersebut.

Read More  Pendidikan Kesehatan Kunci Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Dengan potensi laut yang sangat besar, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi salah satu negara yang mengembangkan pusat data generasi baru. Pertanyaannya bukan lagi apakah teknologi ini mungkin diterapkan, melainkan kapan ekosistem pendukungnya siap untuk diwujudkan.

Back to top button