Belanja Online Lewat Video Naik 5 Kali Lipat, Kebiasaan Konsumen Indonesia Berubah
Kebiasaan masyarakat Indonesia dalam berbelanja online mengalami perubahan besar setelah transaksi melalui video commerce meningkat hingga lima kali lipat dalam tiga tahun terakhir
Kebiasaan masyarakat Indonesia dalam berbelanja online mengalami perubahan besar setelah transaksi melalui video commerce atau belanja berbasis video meningkat hingga lima kali lipat dalam tiga tahun terakhir.
Fenomena tersebut terungkap dalam ajang Google Marketing Live Asia Tenggara. Google menyebut video commerce kini menjadi salah satu motor utama pertumbuhan perdagangan digital di kawasan, termasuk Indonesia.
“Dalam laporan ekonomi Asia Tenggara kami, 25 persen total gross merchandise value (GMV) e-commerce berasal dari video commerce,” kata Sapna Chadha, Vice President Google untuk Asia Tenggara dan Asia Selatan Frontier dalam media briefing Google Marketing Live secara virtual, (7/7/2026).
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa konsumen tidak lagi hanya mengandalkan pencarian produk melalui katalog digital atau mesin pencari. Semakin banyak masyarakat yang menemukan produk melalui video pendek, siaran langsung (live shopping), maupun konten kreator di media sosial sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli.
Perubahan ini menandai bergesernya pola perilaku konsumen dari search-based commerce menuju content-driven commerce, yakni keputusan pembelian yang dipengaruhi oleh konten visual dan interaksi secara langsung. Konsumen kini ingin melihat cara penggunaan produk, menyaksikan demonstrasi secara nyata, hingga membaca tanggapan pembeli lain secara real time sebelum melakukan transaksi.
Selain memberikan gambaran produk yang lebih jelas, video juga dinilai mampu meningkatkan rasa percaya konsumen. Penjelasan langsung dari penjual, demonstrasi produk, hingga sesi tanya jawab selama siaran langsung membuat calon pembeli merasa lebih yakin dibandingkan hanya melihat foto dan membaca spesifikasi produk.
Perubahan perilaku tersebut juga membuat batas antara media sosial dan platform e-commerce semakin tipis. Aktivitas menonton konten hiburan kini dapat langsung berujung pada transaksi pembelian tanpa harus berpindah aplikasi. Konsep ini dikenal sebagai shoppertainment, yaitu perpaduan antara hiburan dan pengalaman berbelanja dalam satu platform digital.
Bagi pelaku usaha, kondisi ini menjadi sinyal bahwa strategi pemasaran juga harus ikut berubah. Foto produk dan deskripsi yang lengkap saja tidak lagi cukup untuk menarik perhatian konsumen. Brand perlu menghadirkan konten video yang menarik, melakukan live shopping secara rutin, serta memanfaatkan kreator konten dan afiliator untuk membangun kepercayaan sekaligus meningkatkan penjualan.
Perubahan ini diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya penetrasi internet, penggunaan media sosial, serta semakin terbiasanya masyarakat mengonsumsi konten video setiap hari. Artinya, video commerce bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan telah menjadi bagian dari perubahan cara konsumen Indonesia menemukan, mengevaluasi, dan membeli produk di era digital.



