TechnoUpdate News

Apple Watch Ungguli Metode Medis Standar dalam Deteksi Gangguan Jantung Lansia

Sebuah studi klinis internasional membuktikan Apple Watch mampu mendeteksi gangguan irama jantung atrial fibrillation pada lansia berisiko stroke secara lebih efektif dibandingkan perawatan kardiologi standar.

Perangkat wearable semakin menunjukkan peran penting dalam dunia kesehatan. Temuan terbaru dari studi klinis bertajuk EQUAL Trial mengungkap bahwa Apple Watch memiliki keunggulan dalam mendeteksi atrial fibrillation (AFib), gangguan irama jantung yang kerap menjadi pemicu stroke, khususnya pada kelompok lanjut usia.

Studi tersebut melibatkan lansia dengan risiko tinggi stroke yang selama ini dipantau menggunakan pendekatan perawatan kardiologi konvensional. Hasilnya menunjukkan bahwa pemantauan berbasis Apple Watch mampu mengidentifikasi lebih banyak kasus AFib dibanding metode standar, termasuk pada pasien yang sebelumnya tidak menunjukkan gejala jelas.

Atrial fibrillation merupakan kondisi gangguan irama jantung yang sering kali tidak disadari penderitanya. Detak jantung menjadi tidak teratur dan dapat memicu pembentukan bekuan darah yang berisiko menyumbat aliran darah ke otak. Karena sifatnya yang kerap tanpa gejala, AFib menjadi salah satu penyebab stroke yang sulit dicegah jika tidak terdeteksi sejak dini.

Dalam EQUAL Trial, teknologi sensor detak jantung dan algoritma analisis pada Apple Watch memungkinkan pemantauan denyut jantung secara kontinu. Ketika terdeteksi pola irama tidak normal, pengguna dapat segera diarahkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke fasilitas kesehatan. Pendekatan ini dinilai mempercepat proses deteksi dibandingkan pemeriksaan berkala yang umum dilakukan dalam perawatan kardiologi standar.

Para peneliti menilai keunggulan utama wearable terletak pada kemampuannya memantau kondisi jantung dalam aktivitas sehari-hari, bukan hanya saat pasien berada di ruang pemeriksaan. Hal ini menjadi penting bagi lansia, yang risiko gangguan jantungnya meningkat seiring bertambahnya usia, namun sering kali enggan atau terlambat memeriksakan diri.

Read More  Kebiasaan Sehari-hari yang Tak Disadari Bisa Membuat Otak Menyusut

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa Apple Watch dan perangkat wearable serupa bukan pengganti dokter atau diagnosis medis. Teknologi ini diposisikan sebagai alat bantu deteksi dini yang dapat meningkatkan kewaspadaan dan mempercepat rujukan medis, terutama bagi kelompok berisiko tinggi seperti lansia dengan faktor pemicu stroke.

Temuan EQUAL Trial ini memperkuat tren integrasi teknologi konsumen dengan layanan kesehatan. Wearable dinilai berpotensi menjadi bagian penting dari sistem pencegahan penyakit kardiovaskular, seiring meningkatnya kebutuhan pemantauan kesehatan jarak jauh dan populasi lanjut usia di berbagai negara.

Ke depan, para peneliti berharap pemanfaatan teknologi seperti Apple Watch dapat memperluas akses deteksi dini gangguan jantung, menurunkan risiko stroke, serta meningkatkan kualitas hidup lansia melalui intervensi medis yang lebih cepat dan tepat.

Back to top button