HealthcareUpdate News

Aritmia Jantung Jadi Penyebab Kematian Mendadak di Usia Muda, Bisa Terjadi Saat Tidur

Kematian mendadak di usia muda kerap dipicu aritmia jantung, gangguan irama yang bisa menyerang orang yang tampak sehat dan bahkan terjadi saat tidur tanpa gejala jelas sebelumnya.

Fenomena kematian mendadak pada usia muda kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah kasus terjadi pada orang-orang yang sebelumnya tidak memiliki keluhan berarti. Banyak di antaranya bahkan meninggal saat sedang beristirahat atau tidur, sehingga menimbulkan pertanyaan besar: apa sebenarnya penyebabnya?

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Ikatan Dokter Indonesia, dr. Ardian Rizal, SpJP(K), FIHA, menjelaskan bahwa gangguan irama jantung atau aritmia merupakan penyebab paling sering kematian mendadak pada usia di bawah 40 tahun. Menurutnya, aritmia bisa terjadi tanpa tanda yang jelas dan sering kali menyerang orang yang merasa sehat-sehat saja.

“Kematian mendadak pada usia muda penyebab paling banyak adalah gangguan irama jantung. Aritmia sering menyerang orang yang terlihat sehat; banyak yang tidak sadar memiliki gangguan kelistrikan jantung,” ujar dr. Ardian dalam keterangannya.

Aritmia terjadi ketika sistem kelistrikan jantung mengalami gangguan sehingga denyut jantung menjadi terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Dalam kondisi tertentu, gangguan ini bisa berkembang menjadi henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest), yaitu kondisi ketika jantung berhenti memompa darah secara tiba-tiba.

Yang membuat kondisi ini berbahaya adalah gejalanya sering tidak khas. Beberapa orang mungkin hanya merasakan jantung berdebar, dada tidak nyaman, mudah lelah, pusing, atau bahkan pingsan sesaat. Namun pada sebagian kasus, tidak ada gejala peringatan sama sekali sebelum kejadian fatal terjadi.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Aritmia Indonesia, dr. Agung Fabian Chandranegara, Sp.JP(K), FIHA, menekankan pentingnya kewaspadaan terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga meninggal mendadak di usia muda. Ia mengingatkan bahwa faktor genetik dapat berperan dalam sejumlah gangguan irama jantung yang berbahaya.

Read More  Pinjol Tembus Rp90,99 Triliun, Tanda Masyarakat Makin Bergantung pada Pembiayaan Online?

“Bila ada riwayat keluarga meninggal mendadak di usia muda, jantung berdebar, atau pingsan tanpa sebab jelas, maka orang tersebut harus segera konsultasi ke dokter jantung,” ujarnya.

Selain faktor genetik, gaya hidup juga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko gangguan jantung pada usia muda. Kurang aktivitas fisik, konsumsi makanan tinggi lemak dan gula, kebiasaan merokok, kurang tidur, hingga stres berkepanjangan dapat memperburuk kondisi jantung tanpa disadari. Dalam beberapa kasus, penyakit jantung bawaan yang tidak terdeteksi sejak kecil juga dapat menjadi pemicu.

Kematian mendadak saat tidur sendiri sering dikaitkan dengan gangguan irama jantung yang terjadi secara tiba-tiba di malam hari. Ketika seseorang tidur, perubahan aktivitas saraf otonom dan ritme jantung bisa memicu aritmia pada individu yang memiliki kerentanan tertentu.

Para ahli menegaskan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan rutin, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko. Pemeriksaan seperti elektrokardiogram (EKG), tes treadmill, atau pemeriksaan lanjutan lain dapat membantu mendeteksi gangguan kelistrikan jantung sebelum berkembang menjadi kondisi yang mengancam nyawa.

Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan jantung di usia muda perlu ditingkatkan. Merasa sehat bukan berarti bebas risiko. Mengenali gejala sekecil apa pun, memahami riwayat kesehatan keluarga, dan menjalani pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk mencegah tragedi yang bisa datang tanpa peringatan.

Back to top button