HealthcareUpdate News

Bahaya Bahan Kimia pada Obat Herbal Bisa Picu Gagal Ginjal dan Gangguan Jantung

Banyak produk herbal yang dijual bebas mungkin tampak alami — namun penggunaan bahan kimia tersembunyi di dalamnya bisa memicu masalah serius seperti gagal ginjal dan gangguan jantung.

Menurut laporan investigatif dari media nasional, sejumlah obat herbal mengandung zat kimia berbahaya yang bukan bagian dari tanaman asli. Konsumsi jangka panjang atau tanpa pengawasan dapat menimbulkan efek merugikan pada organ vital.

Ahli nefrologi dan farmakologi pun memperingatkan masyarakat: bahan kimia tambahan dalam obat herbal dapat menyebabkan kerusakan ginjal — organ yang sangat sensitif terhadap racun atau zat berbahaya. Saat fungsi ginjal terganggu, tubuh sulit membuang limbah dan racun yang bisa mengendap, menyebabkan komplikasi serius hingga gagal ginjal. Selain itu, beberapa zat bergenotoksik dan kardiotoksik dalam produk herbal ilegal bisa memengaruhi kerja jantung, memicu aritmia, tekanan darah tidak stabil, atau bahkan gagal jantung bagi pengguna dengan kondisi tertentu.

Tak hanya itu, risiko lain yang kerap luput dari perhatian meliputi gangguan hati, kerusakan saluran pencernaan, keracunan akut, reaksi alergi parah hingga kerusakan sistem saraf. Dalam kasus ekstrim, penggunaan obat herbal tercemar bisa menyebabkan rawan komplikasi multi-organ.

Narasi “alami = aman” sering membuat pengguna lengah. Padahal, tanpa uji klinis dan regulasi ketat, kandungan serta dosis dalam obat herbal sulit dipastikan — efek samping dan interaksi obat menjadi ancaman nyata. Para dokter dan regulator kesehatan menekankan pentingnya edukasi: masyarakat sebaiknya mengutamakan produk yang sudah terdaftar resmi di badan pengawas obat, berkonsultasi ke tenaga kesehatan, dan jika ingin menggunakan herbal, lakukan dengan penuh kewaspadaan.

Dengan pemahaman penuh atas potensi bahaya ini, konsumen diharapkan lebih selektif dan berhati-hati — agar mencari solusi kesehatan tidak malah mendatangkan penyakit baru.

Back to top button