HealthcareUpdate News

Banyak Orang Jatuh Sakit Setelah Lebaran, Dokter Ungkap Penyebabnya

Perubahan pola makan drastis dan intensitas silaturahmi saat Idul Fitri membuat banyak orang mengalami gangguan kesehatan setelah Lebaran.

Momen Idul Fitri identik dengan hidangan lezat dan kebersamaan keluarga. Namun, di balik suasana hangat tersebut, tidak sedikit orang justru jatuh sakit setelah Lebaran. Dokter menyebut perubahan pola makan dan tingginya interaksi sosial menjadi faktor utama yang memicu gangguan kesehatan pasca hari raya.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Andi Khomeini Takdi Haruni, menjelaskan banyak orang mengalami keluhan seperti flu, batuk, hingga gangguan pencernaan setelah momen silaturahmi. Aktivitas berkumpul dengan banyak orang membuat risiko penularan penyakit menjadi lebih tinggi, terutama jika ada anggota keluarga yang sedang kurang sehat.

Selain itu, konsumsi makanan khas Lebaran seperti opor, rendang, kue kering, dan minuman manis yang tinggi gula, lemak, serta garam dapat memicu berbagai keluhan kesehatan. Gangguan yang umum muncul antara lain perut kembung, mual, diare, hingga kelelahan akibat sistem pencernaan yang harus beradaptasi kembali setelah berpuasa selama Ramadan.

Perubahan pola makan yang mendadak juga membuat tubuh perlu menyesuaikan diri kembali. Setelah terbiasa dengan pola makan lebih teratur selama Ramadan, konsumsi makanan berlebih saat Lebaran dapat memicu gangguan lambung, peningkatan gula darah, hingga kolesterol pada sebagian orang.

Para ahli menekankan pentingnya menjaga keseimbangan konsumsi makanan dan tetap memperhatikan kebersihan makanan selama silaturahmi. Selain itu, cukup istirahat dan minum air putih dapat membantu tubuh pulih setelah aktivitas Lebaran yang padat.

Dengan menjaga pola makan yang lebih seimbang dan tidak berlebihan, masyarakat tetap dapat menikmati momen kebersamaan tanpa harus khawatir mengalami gangguan kesehatan setelah hari raya.

Back to top button