Basarnas Dorong Pelatihan Bencana Sejak PAUD, Penting Tanamkan Keselamatan Sejak Dini
Pelatihan menghadapi bencana alam sebaiknya sudah diajarkan sejak anak usia dini, bahkan mulai dari jenjang PAUD, agar budaya sadar keselamatan tertanam sejak kecil.
Indonesia dikenal sebagai negara rawan bencana, mulai dari gempa bumi, banjir, hingga tanah longsor. Karena itu, edukasi tentang keselamatan tidak bisa menunggu anak tumbuh dewasa. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mendorong agar pelatihan keselamatan bencana mulai diajarkan sejak level Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Kepala Basarnas, Marsdya TNI Kusworo, menegaskan pentingnya membangun kesadaran mitigasi bencana sejak dini. Menurutnya, anak-anak perlu dikenalkan dengan cara sederhana menyelamatkan diri ketika terjadi situasi darurat, seperti gempa atau kebakaran.
âEdukasi kebencanaan harus dimulai sejak usia dini agar menjadi budaya. Anak-anak perlu tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,â ujarnya dalam kegiatan edukasi keselamatan yang dikutip dari Kompas.com.
Langkah ini dinilai strategis karena anak usia PAUD berada dalam fase emas pembentukan karakter. Dengan pendekatan yang tepat â seperti simulasi ringan, permainan edukatif, hingga cerita bergambar â anak-anak bisa memahami konsep dasar keselamatan tanpa merasa takut.
Indonesia sendiri berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), sehingga risiko gempa bumi dan letusan gunung berapi relatif tinggi. Karena itu, literasi kebencanaan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Basarnas menilai pelatihan di level PAUD tidak harus bersifat teknis atau rumit. Materi bisa berupa pengenalan nomor darurat, cara berlindung saat gempa (drop, cover, and hold), hingga kebiasaan menjaga ketenangan saat terjadi situasi darurat.
Selain itu, kolaborasi dengan guru dan orang tua menjadi kunci. Guru PAUD dapat mengintegrasikan materi keselamatan dalam kegiatan belajar harian, sementara orang tua dapat mengulanginya di rumah agar anak semakin terbiasa.
Para ahli pendidikan juga menyebut bahwa pengenalan mitigasi bencana sejak dini dapat meningkatkan rasa percaya diri anak dalam menghadapi situasi tak terduga. Anak tidak mudah panik karena sudah memiliki gambaran tindakan yang harus dilakukan.
Dengan membangun budaya sadar bencana sejak PAUD, diharapkan generasi mendatang tumbuh lebih tangguh dan siap menghadapi risiko lingkungan. Edukasi sederhana hari ini bisa menjadi penyelamat nyawa di masa depan.





