Safe and SecureUpdate News

BBM Bercampur Air, Apa Dampaknya bagi Kendaraan?

Kasus 18 kendaraan terdampak dugaan BBM bercampur air di Bogor menjadi peringatan serius, karena campuran air dalam bahan bakar bisa memicu kerusakan mesin hingga mogok mendadak.

Kasus dugaan bahan bakar minyak (BBM) bercampur air yang dilaporkan terjadi di Bogor kembali menyoroti risiko serius terhadap kendaraan. Berdasarkan pemberitaan, sebanyak 18 kendaraan dilaporkan mengalami gangguan setelah mengisi BBM yang diduga terkontaminasi air. Peristiwa ini memicu kekhawatiran di kalangan pengguna kendaraan bermotor.

Secara teknis, BBM dan air adalah dua zat yang tidak bisa bercampur. Air memiliki massa jenis lebih berat dibanding bensin atau solar, sehingga akan mengendap di bagian bawah tangki. Ketika kendaraan dinyalakan, air yang ikut tersedot ke sistem bahan bakar dapat mengganggu proses pembakaran di ruang mesin.

Air di dalam BBM menyebabkan pembakaran tidak sempurna. Mesin bisa tersendat, kehilangan tenaga, bahkan mati mendadak. Pada kendaraan injeksi modern, kondisi ini berisiko lebih besar karena sistem bahan bakarnya lebih sensitif terhadap kontaminasi. Sensor dan injektor bisa terganggu, bahkan mengalami kerusakan.

Dalam jangka pendek, gejala yang paling umum adalah mesin brebet, sulit dinyalakan, atau tiba-tiba mogok. Jika dibiarkan, air yang berada di sistem bahan bakar dapat memicu karat pada tangki, pompa bensin, dan komponen logam lainnya. Korosi ini bisa memperparah kerusakan dan meningkatkan biaya perbaikan.

Pada kendaraan diesel, dampaknya bisa lebih serius. Air yang masuk ke sistem injeksi tekanan tinggi dapat merusak pompa dan injektor, yang harganya relatif mahal. Karena itu, kualitas bahan bakar menjadi faktor krusial dalam menjaga performa dan usia pakai kendaraan.

Read More  Melalui BNIdirect Bisnis UMKM Kini Kelola Keuangan Lebih Mudah

Lalu, bagaimana air bisa bercampur dengan BBM? Kontaminasi bisa terjadi akibat kebocoran tangki penyimpanan, kondensasi karena perubahan suhu ekstrem, atau masalah distribusi. Dalam sistem penyimpanan skala besar, pengawasan kualitas sangat penting untuk mencegah tercampurnya air dengan bahan bakar.

Jika kendaraan terlanjur terdampak BBM bercampur air, langkah pertama yang disarankan adalah tidak memaksakan kendaraan untuk terus digunakan. Pengurasan tangki dan pembersihan sistem bahan bakar perlu dilakukan di bengkel resmi atau terpercaya untuk mencegah kerusakan lanjutan.

Kasus di Bogor menjadi pengingat bahwa kualitas BBM bukan hanya soal oktan atau performa, tetapi juga soal keamanan dan keselamatan. Kendaraan yang mogok mendadak di jalan, terutama di jalur padat atau jalan tol, bisa memicu risiko kecelakaan.

Pengguna kendaraan juga disarankan untuk mengisi BBM di SPBU terpercaya dan memperhatikan gejala tidak biasa setelah pengisian bahan bakar. Jika muncul tanda seperti mesin tersendat atau suara tidak normal, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan.

Kontaminasi BBM oleh air bukan persoalan sepele. Selain berdampak pada performa mesin, kondisi ini bisa menimbulkan risiko keselamatan dan biaya perbaikan yang tidak sedikit. Kesadaran konsumen dan pengawasan distribusi menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terulang.

Back to top button