Safe and SecureUpdate News

Berkendara saat Puasa, Waspadai Lemas dan Turunnya Konsentrasi di Jalan

Mengemudi saat puasa membutuhkan kewaspadaan ekstra karena perubahan kondisi fisik dapat memicu lemas dan menurunkan konsentrasi di jalan.

Aktivitas berkendara tetap berjalan seperti biasa selama Ramadan. Namun, pengemudi yang sedang berpuasa perlu memahami bahwa tubuh mengalami perubahan metabolisme yang bisa memengaruhi fokus dan daya tahan.

Saat berpuasa, tubuh tidak mendapat asupan makanan dan cairan selama belasan jam. Menjelang sore hari, kadar gula darah dapat menurun sehingga memicu rasa lemas, pusing, mengantuk, hingga sulit berkonsentrasi. Kondisi ini berpotensi memperlambat respons saat menghadapi situasi mendadak di jalan.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa faktor manusia menjadi penyebab dominan kecelakaan lalu lintas. Kelelahan dan menurunnya konsentrasi termasuk pemicu utama insiden di jalan raya.

“Sebagian besar kecelakaan terjadi karena faktor manusia, terutama kelelahan dan kurang konsentrasi,” ujarnya dalam forum keselamatan transportasi.

Risiko ini bisa meningkat saat Ramadan, terutama pada jam-jam menjelang berbuka puasa. Di waktu tersebut, lalu lintas biasanya lebih padat karena banyak orang bergegas pulang. Kombinasi rasa lapar, haus, tekanan waktu, dan kepadatan jalan bisa memperbesar potensi kecelakaan.

Untuk mengurangi risiko, pengemudi disarankan memperhatikan kualitas sahur. Konsumsi makanan dengan karbohidrat kompleks, protein, serta cukup cairan agar energi bertahan lebih lama. Hindari makanan terlalu manis karena dapat menyebabkan lonjakan energi sesaat yang kemudian turun drastis.

Istirahat yang cukup juga menjadi kunci. Perubahan pola tidur selama Ramadan, seperti bangun lebih awal untuk sahur dan aktivitas ibadah malam, bisa menyebabkan kurang tidur. Kondisi ini terbukti memengaruhi kemampuan fokus dan refleks saat mengemudi.

Read More  Waspadai Kebocoran Listrik di Rumah, Begini Cara Deteksi dan Pencegahannya agar Aman

Jika mulai muncul tanda-tanda seperti sering menguap, mata terasa berat, pandangan kurang fokus, atau reaksi terasa lambat, sebaiknya segera menepi dan beristirahat. Jangan memaksakan diri untuk tetap melaju, terutama dalam perjalanan jarak jauh.

Selain kondisi fisik, pastikan kendaraan dalam keadaan prima. Rem, ban, lampu, serta sistem pendingin kabin harus berfungsi dengan baik agar perjalanan tetap nyaman dan aman.

Keselamatan di jalan tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan, tetapi juga kesiapan fisik dan mental pengemudi. Mengenali batas tubuh saat berpuasa menjadi langkah penting untuk mencegah risiko kecelakaan dan memastikan perjalanan tetap selamat hingga tujuan.

Back to top button