FintalkUpdate News

Biaya Hidup Jadi Sumber Stres Finansial Gen Z & Milenial, Survei Deloitte Ungkap Penyebabnya

Survei terbaru dari Deloitte menunjukkan bahwa kenaikan biaya hidup menjadi sumber utama stres finansial di kalangan Gen Z dan milenial Indonesia.

Generasi muda di Indonesia, khususnya Gen Z (lahir 1997–2012) dan milenial (lahir 1981–1996), menghadapi tekanan finansial yang kian nyata. Hasil survei terbaru dari Deloitte mengungkap bahwa isu biaya hidup tinggi menjadi penyebab stres finansial nomor satu bagi kedua kelompok generasi ini.

Survei tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok, transportasi, hingga perumahan membuat banyak Gen Z dan milenial merasa tertekan dalam mengatur keuangan. Sebagian besar responden melaporkan bahwa biaya hidup sehari-hari jauh lebih berat dibandingkan pendapatan yang mereka miliki saat ini.

Hasil survei Deloitte juga menunjukkan bahwa tekanan finansial tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi, tetapi juga berimbas pada kesejahteraan mental. Stres karena keuangan kerap berkontribusi pada kurangnya tidur, kekhawatiran berlebihan, dan gangguan fokus bagi sebagian responden.

Dalam riset itu, banyak responden menyebut bahwa kesulitan menabung untuk masa depan menjadi salah satu kekhawatiran terbesar. Keinginan untuk investasi atau membeli rumah pun tertahan karena porsi pendapatan yang sebagian besar tersedot untuk kebutuhan pokok.

Selain itu, survei Deloitte mengungkap bahwa rencana karier dan stabilitas pekerjaan juga menjadi faktor penting dalam stres finansial. Responden yang bekerja di sektor dengan kontrak tidak tetap atau gaji tidak stabil melaporkan tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibanding yang memiliki pekerjaan tetap.

Para ahli keuangan menilai bahwa tren ini mencerminkan perubahan struktur ekonomi dan harapan generasi muda terhadap kualitas hidup. Kesenjangan antara biaya hidup yang terus meningkat dan tingkat pendapatan yang stagnan membuat banyak Gen Z dan milenial merasa “terjebak” dalam situasi finansial sulit.

Read More  Pria dengan Lingkar Pinggang Lebih dari 90 cm Berisiko Tinggi Kesehatan

Menanggapi temuan ini, pengamat ekonomi menyarankan beberapa strategi yang dapat membantu generasi muda mengelola stres finansial, seperti membuat anggaran pengeluaran yang realistis, menetapkan prioritas tabungan, serta mempelajari literasi keuangan sejak dini.

Survei ini juga menjadi pengingat bagi pembuat kebijakan untuk mempertimbangkan kesejahteraan generasi muda dalam perumusan kebijakan ekonomi dan pasar tenaga kerja, termasuk upaya menstabilkan biaya hidup dan memperluas kesempatan kerja yang layak.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan finansial bukan sekadar urusan angka, tetapi memengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan mental generasi masa depan Indonesia.

Back to top button