FintalkUpdate News

Biaya Hidup Naik, Ini Strategi Cerdas Berhemat Agar Keuangan Tetap Terkendali

Kenaikan biaya hidup yang dirasakan masyarakat membuat pengelolaan keuangan lebih menantang, tetapi dengan strategi berhemat yang tepat, rumah tangga tetap bisa menjaga stabilitas finansial

Kenaikan biaya hidup terus terasa di kantong masyarakat Indonesia, terutama karena harga bahan pokok, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari yang merangkak naik. Meski tantangannya nyata, bukan berarti dompet harus “kebobolan”. Ada sejumlah strategi berhemat yang bisa kamu terapkan untuk memastikan keuangan tetap terkendali di tengah tekanan ekonomi ini.

1. Susun Anggaran yang Realistis dan Fleksibel
Langkah pertama adalah memiliki anggaran bulanan yang jelas dan realistis. Catat semua pemasukan dan pengeluaran, dari kebutuhan pokok hingga hiburan, kemudian sesuaikan alokasinya agar sesuai dengan kondisi saat ini. Anggaran yang fleksibel membantu kamu mengubah prioritas jika harga suatu kebutuhan meningkat tajam.

2. Utamakan Kebutuhan Pokok daripada Keinginan
Dalam situasi harga naik, penting untuk membedakan kebutuhan dan keinginan. Fokuslah pada hal-hal yang benar-benar esensial seperti makanan, tempat tinggal, kesehatan, dan transportasi. Dengan mengurangi pengeluaran untuk hal-hal non-prioritas, kamu bisa menjaga sisa dana untuk tabungan atau dana darurat.

3. Bangun Dana Darurat Lebih Konsisten
Biaya hidup yang meningkat membuat dana darurat semakin penting. Sisihkan sebagian pendapatan setiap bulan ke rekening terpisah sebagai cadangan, sehingga kamu siap menghadapi kebutuhan tak terduga tanpa harus berutang. Ahli keuangan umumnya menyarankan minimal dana darurat setara 3-6 bulan pengeluaran.

4. Cari Sumber Penghasilan Tambahan
Mengandalkan satu sumber pendapatan seringkali tidak cukup saat biaya hidup meningkat. Mencari pekerjaan sampingan, menjual jasa atau produk secara online, atau memanfaatkan keterampilan yang kamu miliki bisa membantu menambah pemasukan. Pendapatan tambahan ini dapat digunakan untuk menutup kenaikan biaya atau memperkuat tabungan.

Read More  Benarkah Kelas Menengah di Indonesia Terjerat Utang dan Pinjol?

5. Evaluasi dan Kurangi Pengeluaran yang Tidak Perlu
Evaluasi pengeluaran secara rutin untuk mengetahui pos mana yang bisa dipangkas. Misalnya mengurangi frekuensi makan di luar, mencari promo atau diskon saat belanja kebutuhan, dan menunda pembelian barang konsumtif. Langkah-langkah kecil ini jika dilakukan secara konsisten dapat membuat perbedaan besar dalam jangka panjang.

6. Gunakan Metode Pembayaran yang Bijak
Beberapa orang memanfaatkan metode pembayaran fleksibel seperti cicilan atau layanan buy now, pay later untuk mengatur arus kas. Meski berguna, pastikan bunga rendah dan hanya untuk kebutuhan mendesak agar tidak menambah beban finansial.

Back to top button