Safe and SecureUpdate News

Bukan Hanya di Indonesia, Ini Masalah Global yang Jadi Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan lalu lintas ternyata bukan hanya persoalan Indonesia, melainkan masalah global yang dipicu oleh pola penyebab serupa di berbagai negara di dunia.

Kecelakaan di jalan raya masih menjadi salah satu tantangan keselamatan terbesar secara global. Menurut laporan Global Status Report on Road Safety 2023 dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 1,19 juta orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia — angka yang walau sedikit menurun tetap menunjukkan betapa seriusnya persoalan ini.

Faktor manusia menjadi penyebab dominan kecelakaan di jalan. Perilaku pengemudi yang tidak disiplin, kurang konsentrasi, penggunaan ponsel saat berkendara, melampaui batas kecepatan, serta mengemudi dalam kondisi lelah disebut WHO sebagai beberapa faktor utama yang meningkatkan risiko kecelakaan. WHO bahkan mencatat bahwa penggunaan ponsel saat berkendara dapat membuat pengemudi sekitar 4 kali lebih berpeluang terlibat kecelakaan karena memperlambat reaksi terhadap kondisi jalan.

“The tragic tally of road crash deaths is heading in the right direction, downwards, but nowhere near fast enough,” ujar Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, dalam peluncuran Global Status Report on Road Safety 2023. Menurutnya, kecelakaan di jalan raya sangat mungkin dicegah dengan strategi keselamatan yang tepat, namun diperlukan aksi bersama dari semua negara untuk meningkatkan perlindungan pengguna jalan.

WHO juga menyoroti faktor eksternal lain yang turut memperparah angka kecelakaan, seperti ketidakoptimalan infrastruktur jalan, kurangnya fasilitas keselamatan seperti jalur pejalan kaki dan sepeda, serta rendahnya tingkat penggunaan alat keselamatan seperti helm dan sabuk pengaman. Semua faktor ini, jika tidak diatasi, memperbesar kemungkinan terjadinya kecelakaan, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah di mana sekitar 92% kematian akibat kecelakaan terjadi.

Read More  Masih 9 Juta Warga Indonesia BAB Sembarangan, Ancaman Serius bagi Kesehatan dan Lingkungan

Di banyak negara berkembang, angka kecelakaan jalan tetap tinggi meskipun ada kemajuan teknologi kendaraan dan peningkatan sistem pengawasan. Faktor gaya hidup dan perilaku berkendara masih menjadi tantangan besar. Misalnya, kecenderungan mengemudi dengan kecepatan tinggi atau kurangnya perhatian terhadap rambu dan marka jalan sering terlihat di lalu lintas harian.

Kecelakaan tidak hanya berdampak pada nyawa, tetapi juga memberi beban ekonomi signifikan bagi masyarakat dan negara. WHO memperkirakan bahwa kerugian akibat kecelakaan lalu lintas dapat mencapai hingga 3% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara, termasuk biaya perawatan medis, kehilangan produktivitas, dan biaya sosial lainnya.

Meski teknologi keselamatan kendaraan semakin maju, seperti fitur advanced driver-assistance systems (ADAS) dan pengereman otomatis, WHO menekankan bahwa perilaku manusia di balik kemudi tetap menjadi faktor penentu utama keselamatan di jalan. Kepatuhan pada aturan lalu lintas, penggunaan alat keselamatan, serta kesadaran berkendara adalah kunci dalam menekan angka kecelakaan, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Back to top button