FintalkUpdate News

Bukan Nabung Besar, Ini Cara Unik Gen Z Kelola Keuangan Tanpa Stres

Gen Z kini lebih memilih strategi soft saving, yakni menabung jumlah kecil secara konsisten agar keuangan tetap teratur tanpa membuat stres, daripada menabung besar sekaligus.

Cara Gen Z mengelola uang kini tak lagi sekadar menabung dalam jumlah besar seperti formula klasik 50:30:20 yang dikenal banyak pakar keuangan. Generasi yang lahir pada era digital ini justru mengadopsi strategi yang lebih fleksibel dan ramah secara psikologis, dikenal sebagai soft saving.

Berbeda dengan pendekatan tradisional yang menargetkan persentase besar dari penghasilan untuk tabungan atau investasi, soft saving menekankan konsistensi dan kesejahteraan mental. Gen Z cenderung menyisihkan nominal kecil secara rutin — misalnya uang kembalian atau sebagian kecil dari uang saku — daripada memaksakan target besar yang bisa menimbulkan stres finansial.

Berdasarkan Prosperity Index Study, sekitar 3 dari 4 Gen Z bahkan lebih memilih kualitas hidup yang baik ketimbang sekadar menumpuk uang di bank. Sekitar dua dari tiga mengatakan bahwa mengelola keuangan bagi mereka bukan hanya soal keamanan finansial, tetapi juga sebagai cara mendukung hal-hal penting dalam hidup seperti hobi, pengalaman, atau liburan.

Contoh sederhana soft saving adalah menyimpan sisa uang kembalian dari makan siang atau biaya transportasi harian. Meskipun jumlahnya kecil, bila dilakukan secara konsisten dalam 20 hari kerja, bisa terkumpul dana yang cukup signifikan untuk tabungan awal atau pemasukan tak terduga.

Pendekatan ini tidak hanya membantu Gen Z terbiasa menabung tanpa tekanan, tetapi juga menguatkan keseimbangan antara kehidupan dan finansial. Dengan menabung seperlunya sambil tetap menjalani gaya hidup yang mereka pilih, Gen Z merasa lebih nyaman dan tidak terbebani oleh target finansial yang tinggi.

Read More  Gen Z Tinggalkan Kantoran, Pilih Pekerjaan Terampil yang Tak Tergantikan AI

Beberapa layanan digital perbankan bahkan mulai menyediakan fitur yang mendukung soft saving, seperti auto-debit harian atau pengelompokan tabungan otomatis, sehingga pengguna bisa menabung tanpa repot memindahkan dana secara manual.

Walau soft saving bersifat lebih santai, para ahli tetap menekankan pentingnya memahami tujuan jangka panjang seperti dana darurat atau investasi. Gen Z disarankan mengombinasikan kebiasaan kecil ini dengan perencanaan finansial yang matang agar stabilitas ekonomi pribadi tetap terjaga

Back to top button