Cegah Mobil Overheating Saat Mudik Lebaran, Jangan Lupa Ganti Coolant Sebelum Perjalanan Jauh
Mengganti coolant sebelum mudik Lebaran menjadi langkah penting untuk mencegah mobil overheating di tengah perjalanan jauh dan macet panjang.
Mudik Lebaran selalu identik dengan perjalanan jauh, kemacetan panjang, dan mesin mobil yang bekerja ekstra keras. Dalam kondisi seperti ini, risiko overheating atau mesin terlalu panas meningkat tajam, terutama jika sistem pendingin kendaraan tidak dalam kondisi prima. Salah satu langkah sederhana namun krusial untuk mencegahnya adalah mengganti coolant sebelum berangkat.
Coolant atau cairan pendingin berfungsi menjaga suhu mesin tetap stabil. Saat mesin bekerja, suhu bisa melonjak hingga ratusan derajat Celsius. Tanpa sistem pendingin yang optimal, panas berlebih dapat merusak komponen vital seperti head silinder, gasket, hingga menyebabkan mesin mati total di tengah jalan.
Dalam perjalanan mudik, mobil sering terjebak macet berjam-jam dengan kecepatan rendah. Kondisi ini membuat sirkulasi udara ke radiator tidak maksimal, sementara mesin tetap menyala dalam waktu lama. Jika coolant sudah lama tidak diganti atau volumenya berkurang, kemampuan menyerap dan membuang panas menjadi tidak efektif.
Selain mencegah panas berlebih, coolant juga berfungsi mencegah karat dan korosi di dalam sistem pendingin. Banyak pengendara masih menggunakan air biasa sebagai pengganti sementara, padahal air tidak memiliki zat aditif pelindung seperti coolant. Penggunaan air dalam jangka panjang justru dapat memicu endapan dan penyumbatan di radiator.
Penggantian coolant sebaiknya mengikuti rekomendasi pabrikan, umumnya setiap 20.000â40.000 kilometer atau dua tahun sekali, tergantung jenis kendaraan. Sebelum mudik, pemilik mobil juga disarankan memeriksa kondisi radiator, selang, kipas pendingin, serta memastikan tidak ada kebocoran.
Tanda-tanda mobil mulai mengalami overheating antara lain indikator suhu naik drastis, muncul uap dari kap mesin, hingga bau cairan terbakar. Jika ini terjadi, pengemudi harus segera menepi dan mematikan mesin untuk mencegah kerusakan lebih parah.
Mudik yang aman bukan hanya soal kondisi fisik pengemudi, tetapi juga kesiapan kendaraan. Mengganti coolant mungkin terlihat sepele, namun bisa menjadi penyelamat dari risiko mogok di tengah perjalanan panjang. Dengan sistem pendingin yang prima, perjalanan pulang kampung pun lebih tenang dan nyaman.





