TechnoUpdate News

Dua Aplikasi AI Android Bocorkan Jutaan Data Pengguna, Waspada Saat Download

Pengguna Android diminta lebih berhati-hati mengunduh aplikasi AI setelah terungkap dua aplikasi mengekspos jutaan data pribadi akibat celah keamanan serius.

Pengguna perangkat berbasis Android kembali diingatkan soal pentingnya keamanan data setelah dua aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dilaporkan membocorkan jutaan data pengguna. Temuan ini memperlihatkan bahwa aplikasi dengan fitur canggih sekalipun bisa menjadi ancaman serius jika dikembangkan tanpa standar keamanan yang kuat.

Laporan peneliti keamanan siber mengungkap bahwa aplikasi pengolah foto dan video berbasis AI menyimpan konten pengguna di server yang tidak terlindungi dengan baik. Akibatnya, jutaan file berupa foto dan video dapat diakses tanpa autentikasi yang memadai. Selain itu, aplikasi lain yang berkaitan dengan verifikasi identitas juga diduga mengekspos data sensitif akibat kesalahan konfigurasi penyimpanan cloud.

Kasus ini bukan disebabkan oleh peretasan kompleks, melainkan kelalaian dalam pengamanan database. Server penyimpanan yang seharusnya diproteksi justru dibiarkan terbuka sehingga siapa pun yang mengetahui alamat aksesnya dapat melihat atau mengunduh data tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa ancaman kebocoran data tidak selalu datang dari serangan luar, tetapi juga dari lemahnya tata kelola keamanan pengembang aplikasi.

Fenomena maraknya aplikasi AI dengan berbagai fungsi instan, mulai dari edit foto otomatis hingga pembuatan konten kreatif, membuat banyak pengguna tergiur untuk mencoba tanpa memeriksa reputasi pengembangnya. Padahal, aplikasi semacam ini biasanya meminta akses luas ke galeri, kamera, mikrofon, hingga penyimpanan perangkat, yang berarti potensi risiko terhadap privasi sangat besar.

Pengguna disarankan untuk selalu memeriksa ulasan aplikasi, melihat jumlah unduhan, serta memastikan pengembang memiliki rekam jejak yang jelas. Mengaktifkan pembaruan sistem dan membatasi izin akses aplikasi juga menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko. Menghapus aplikasi yang tidak lagi digunakan juga bisa mengurangi potensi kebocoran data.

Read More  Zuckerberg Prediksi Era Media Sosial Akan Berakhir, Ini Penggantinya

Kasus dua aplikasi AI ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan literasi digital. Fitur canggih memang memudahkan, tetapi keamanan data pribadi tetap harus menjadi prioritas utama.

Back to top button