TechnoUpdate News

Fitur AI di Microsoft Notepad Justru Picu Masalah Keamanan

Penambahan fitur kecerdasan buatan (AI) pada aplikasi Notepad di Windows 11 memicu kerentanan keamanan serius yang memungkinkan eksekusi kode berbahaya lewat file teks tertentu.

Microsoft kembali menjadi sorotan terkait keamanan perangkat lunaknya setelah penambahan fitur berbasis AI pada aplikasi Notepad di Windows 11 memunculkan risiko keamanan yang signifikan. Insiden ini terungkap bersamaan dengan pembaruan keamanan rutin Patch Tuesday yang dirilis Microsoft baru-baru ini.

Menurut catatan rilis, kerentanan yang diberi kode CVE-2026-20841 dipicu oleh cara Notepad memproses file Markdown tertentu yang berisi tautan interaktif. Jika pengguna membuka file tersebut dan mengklik tautan, aplikasi dapat secara otomatis menjalankan file lokal atau dari jarak jauh tanpa peringatan keamanan.

Masalah ini termasuk kategori remote code execution (RCE) yang memiliki skor ancaman tinggi menurut standar penilaian kerentanan. Meskipun belum ada bukti eksploitasi aktif yang meluas di dunia nyata, risiko penyalahgunaan tetap tinggi mengingat Notepad adalah aplikasi bawaan Windows yang sangat luas penggunaannya.

Penemuan kerentanan ini memicu perdebatan di kalangan pengamat keamanan siber. Sejumlah pakar berpendapat bahwa penambahan fitur lebih kompleks seperti dukungan Markdown dan AI ke dalam editor teks sederhana dapat membuka lebih banyak permukaan serangan yang tidak perlu. Sebagai respons, Microsoft segera menghadirkan patch keamanan sebagai bagian dari pembaruan Windows 11 untuk menutup celah tersebut.

Selain Notepad, fitur-fitur berbasis AI juga mulai muncul di aplikasi lain seperti Paint dan Photos, yang menuai kritik beragam dari pengguna karena dianggap memperberat aplikasi dan meningkatkan kompleksitas tanpa pertimbangan keamanan yang memadai.

Microsoft sendiri menegaskan bahwa keamanan tetap menjadi prioritas utama dan mendorong pengguna untuk memperbarui sistem Windows mereka secepat mungkin agar terhindar dari risiko eksploitasi.

Back to top button