Gen Z Pilih Sewa Rumah Ketimbang Beli, Ini 5 Alasan Logisnya
Generasi Z kini memilih menyewa rumah daripada membeli karena alasan finansial, gaya hidup fleksibel, dan perubahan prioritas hidup.
Tren hunian di kalangan Generasi Z (lahir 1997â2012) menunjukkan pergeseran signifikan: lebih banyak yang memilih sewa rumah daripada membeli. Keputusan ini bukan semata soal tren, tetapi refleksi dari realitas ekonomi dan gaya hidup generasi yang baru merintis karier ini.
1. Penghasilan dan Stabilitas Finansial Belum Memadai
Banyak Gen Z masih berada di awal karier sehingga pendapatan belum stabil untuk menanggung cicilan rumah jangka panjang. Cicilan, biaya DP (down payment), dan bunga KPR sering kali terlalu besar dibandingkan gaji yang mereka terima saat ini.
2. Harga Properti di Lokasi Strategis Terlalu Tinggi
Hunian yang dekat dengan pusat aktivitas dan transportasi umum biasanya memiliki harga yang tinggi, membuat Gen Z kesulitan menjangkaunya. Mereka lebih memilih menyewa rumah atau apartemen di lokasi strategis sehingga tak harus mengorbankan waktu dan biaya besar untuk komut (perjalanan).
3. Fleksibilitas Hidup yang Lebih Tinggi
Generation Z dikenal dinamis dan sering berpindah kota atau pekerjaan. Menyewa memberi kebebasan untuk pindah tanpa ribet urusan jual beli properti, sesuatu yang sangat penting di masa karier awal mereka.
4. Fokus ke Investasi Lain dan Pengalaman
Alih-alih mengikat dana di properti, banyak Gen Z yang mengalokasikan uangnya ke investasi lain seperti pasar modal atau pengalaman hidup seperti traveling dan kursus â yang dianggap lebih memberikan nilai tambah bagi gaya hidup mereka.
5. Beban Pemeliharaan Lebih Ringan
Menjadi penyewa biasanya berarti tak perlu mengurus pemeliharaan rumah, seperti perbaikan atau biaya tak terduga. Hal ini membuatnya lebih praktis dibanding memiliki rumah sendiri, terlebih jika Gen Z masih ingin fokus pada pengembangan diri atau karier.
Para ahli properti menilai bahwa tren ini bisa berubah ketika Gen Z sudah lebih mapan secara finansial â kemungkinan beberapa akan membeli rumah di usia akhir 20-an atau awal 30-an ketika pendapatan lebih stabil. Namun untuk saat ini, menyewa dipandang sebagai solusi realistis yang paling sesuai dengan kondisi hidup mereka.





