HealthcareUpdate News

Genetik Berperan, tapi Gaya Hidup Lebih Menentukan Risiko Diabetes

enelitian menunjukkan faktor genetik memang berperan dalam risiko diabetes, tetapi gaya hidup sehat terbukti jauh lebih menentukan dan mampu menekan risiko secara signifikan.

Risiko seseorang terkena diabetes memang dapat dipengaruhi faktor keturunan, tetapi para ahli menegaskan bahwa pilihan gaya hidup justru jauh lebih berperan dalam munculnya penyakit ini. Pola makan tinggi gula, minim aktivitas fisik, kurang tidur, dan obesitas menjadi pemicu utama yang membuat risiko diabetes meningkat tajam.

Menurut dr. Dante Saksono Harbuwono, , Wakil Menteri Kesehatan RI sekaligus guru besar bidang endokrinologi, faktor genetik memang tidak bisa diubah, tetapi pengaruhnya tidak sebesar yang banyak orang kira.
“Genetik memberi dasar kerentanan, tetapi perilaku sehari-hari adalah penentu apakah seseorang akhirnya mengalami diabetes atau tidak. Artinya, kendali utama ada pada gaya hidup,” jelas Dante dalam sebuah forum edukasi kesehatan di Jakarta.

Ia menegaskan bahwa pada banyak kasus, orang tanpa riwayat keluarga justru tetap bisa mengalami diabetes karena pola hidup yang buruk. Sebaliknya, mereka yang memiliki risiko genetik tetapi menjalani hidup sehat dapat terhindar dari penyakit tersebut hingga usia lanjut.

Penelitian-penelitian epidemiologi modern juga memperlihatkan bahwa lebih dari 70 persen kasus diabetes tipe 2 sebenarnya dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup. Aktivitas fisik rutin, menjaga berat badan ideal, serta mengurangi konsumsi makanan tinggi gula terbukti sangat efektif menekan risiko.

Dante menambahkan bahwa kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan. “Sering kali orang menyerah pada alasan keturunan. Padahal, dengan perubahan kecil namun konsisten, risiko diabetes bisa turun drastis,” ujarnya.

Read More  Gelombang Panas Ekstrem di Pakistan: Ancaman Global yang Bisa Terjadi di Indonesia

Pakar kesehatan masyarakat juga mendorong kampanye yang lebih masif mengenai pentingnya skrining gula darah sejak usia produktif, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga. Deteksi dini dan perubahan gaya hidup disebut sebagai kombinasi paling efektif untuk mencegah komplikasi berat di masa depan.

Back to top button