Hasil Studi : Posisi Knalpot Ternyata Pengaruhi Polusi Udara yang Kita Hirup
Penelitian terbaru menunjukkan posisi knalpot kendaraan bermotor secara signifikan memengaruhi konsentrasi polusi udara yang terhirup pejalan kaki dan pengguna jalan di dekat kendaraan
Sebuah studi terbaru dari ilmuwan internasional mengungkap bahwa posisi knalpot kendaraan bermotor dapat memengaruhi berapa banyak polusi udara yang dihirup oleh orang-orang di sekitarnya saat kendaraan melintas. Penelitian ini menyoroti cara sederhana namun berdampak besar dalam mengurangi paparan polutan dari asap kendaraan di area perkotaan yang padat.
Penelitian yang dipublikasikan awal Januari 2026 menyatakan bahwa kendaraan dengan posisi knalpot lebih dekat ke trotoar atau pinggir jalan dapat menyebabkan paparan polusi udara hingga 40% lebih tinggi bagi pejalan kaki yang berada di jalur pejalan kaki, dibandingkan dengan kendaraan yang memiliki knalpot lebih ke tengah badan jalan. Hal ini diukur melalui data emisi dari ribuan kendaraan di berbagai lintasan perkotaan.
Temuan ini menarik perhatian karena menunjukkan bahwa desain sederhana pada posisi knalpot â yang selama ini jarang dipertimbangkan dalam konteks kesehatan â ternyata punya dampak nyata di lingkungan perkotaan. Dengan polusi udara yang sudah menjadi salah satu ancaman kesehatan publik utama di banyak kota besar dunia, termasuk Indonesia, perubahan desain teknis seperti ini bisa menjadi bagian dari solusi jangka panjang.
Polusi udara dari kendaraan bermotor sudah dikenal sebagai sumber utama gas berbahaya seperti nitrogen oksida (NOx), karbon monoksida (CO), dan partikulat halus yang bisa memicu gangguan pernapasan, penyakit jantung, hingga kanker paru-paru ketika terhirup dalam jangka panjang. Paparan polutan ini jauh lebih tinggi di trotoar atau pinggir jalan yang padat karena konsentrasi emisi kendaraan lebih pekat di area tersebut.
Para peneliti menyarankan bahwa pengaturan posisi knalpot dan desain kendaraan yang mempertimbangkan dampak terhadap pejalan kaki bisa membantu menekan paparan polutan di kawasan urban. Selain itu, teknologi kendaraan ramah lingkungan seperti kendaraan listrik juga turut disebut sebagai bagian dari upaya mengurangi polusi udara secara keseluruhan.
Selain desain kendaraan, pengurangan jumlah kendaraan pribadi di jalan, penggunaan transportasi umum, serta kebijakan lingkungan yang lebih ketat terhadap emisi kendaraan bermotor tetap menjadi strategi besar untuk meminimalkan risiko kesehatan akibat polusi udara.





